Sunday, February 19, 2017

How I Re-Create Wardah Youniverse Makeup Look

Happy Sunday!

Hari ini aku mau re-create tren makeup look Wardah Youniverse yang kemarin sempet lalu lalang di runway Jakarta Fashion Week 2017 dan Indonesia Fashion Week 2017. Keempat makeup look ini punya arti sendiri-sendiri, lho.

Inneke: Genuine
Raline: Brave
Tatjana: Serena:
Dewi: Faithful

Wardah Youniverse makeup look ini sendiri ada 4 macam yang masing-masing look punya ciri khas tersendiri. Tapi karena aku sedang mood untuk tampilan bold, jadi aku pilih look brave yang di-muse oleh Raline Shah. She look so gorgeous, right? Dan...... ini dia hasil kreasi aku untuk Wardah Youniverse Brave Makeup Look.



Kalau di foto, warna mata Raline kelihatan natural, kalau di look yang aku buat, aku memakai lensa kontak dengan warna yang cukup dramatis agar feel brave-nya lebih kuat. Selain itu karena look brave ini bisa dibilang cukup klasik dengan cat liner dan red lips, jadi aku tambahkan aksen di warna mata. Look yang aku buat ini aku namakan Wardah Youniverse Classsic Brave Look.


Produk yang aku pakai untuk menciptakan makeup look ini semuanya dari Wardah, lho karena kemarin aku dapat box yang isinya makeup semua dari Wardah Cosmetics dan Clozette Indonesia dalam rangka review project bersama Wardah Cosmetics. Kalau kalian mau ikutan project review ini bisa join di website Clozette Indonesia dan daftar jadi Clozette Influencers di sini. Di dalem box-nya sendiri aku dapat 7 produk yang lengkap banget untuk ciptain satu gaya makeup. Aku kasih review first impression satu-satu ya produknya apa aja.


Wardah C-Defense with Vitamin C Serum
Deskripsi: Wardah C Defense Serum dengan powerful antioxidant Hi-Grade Vitamin C. Dengan kemampuan penetrasi yang lebih optimal ke dalam lapisan kulit, serum ini bekerja melalui 5 langkah sinergis.
My first impression: lumayan melembapkan dan cepat meresap ke kulit. Nggak lengket juga.

Wardah C-Defense with Vitamin C DD Cream (shade 01 light)
Deskripsi: C-Defense DD Cream dengan Hi-Grade Vitamin C, merupakan krim dengan tekstur lembut dan nyaman di kulit. Merupakan kombinasi lightening, tabir surya dan antioksidan untuk kulit tampak bercayaha. Mengandung vitamin B3, Vitamin E dan SPF 30.
My first impression: DD Cream ini teksturnya mudah diratakan (aku meratakan dengan air sponge) dan daya tutupnya medium. Sayangnya warna ini terang banget untuk kulitku, jadi harus dicampur dengan foundation dengan warna lebih gelap.

Wardah Lightening Two Way Cake SPF 15 Light Feel (shade 02 golden beige)
Deskripsi: paduan bedan dan foundation dengan partikel microcoated, SPF 15, oil control dan ekstrak Licorice. Membantu menyamarkan noda, garis halus dan ketidaksempurnaan kulit wajah.
My first impression: teksturnya cukup halus dan warnanya cocok banget untuk kulitku. Pas aku test di kulit juga sepertinya memberikan hasil yang natural, nggak super matte gitu.

Wardah Blush On (shade C)
My first impression: Warnanya oke banget ada 2 warna dalam satu kemasan. Satu warna matte warm rosy pink dan satu warna sheen peach beige. Kalau digabung warnanya jadi warm rosy pink dengan efek dimensi gold. Super pretty. Bisa dipakai sebagai eyeshadow juga

Wardah Eyebrow Pencil (shade brown)
My first impression: teksturnya agak keras dan nggak gampang menor kayak alis sinchan. Tapi warna brown ini agak lebih ke coklat merah gitu.

Wardah EyeXpert Optimum Hi-Black Liner
Deskripsi: expressive, consistent, long-wear.
My first impression: hitamnya pekat banget dalam sekali oles. Kuasnya juga enak banget agak kaku (tapi nggak kayak spidol) untuk bikin garis tebal atau tipis. Tapi harus hati-hati pakainya karena warnanya pekat jadi kalau salah tulis agak susah untuk ditutupi. Dia tipe yang luntur, bukan yang bisa di kelupas gitu.

Wardah Exclusive Matte Lip Cream (shade 04 pink me)
Deskripsi: velvet matte with color binding pigments & enriched vitamin E
My first impression: jujur aja, untuk warna pink me ini aku kurang suka karena warnanya kurang cocok untuk kulitku. Teksturnya juga jadi susah ngeblend karena nggak masuk dengan warna bibirku.

Untuk bikin makeup look tadi, aku juga pakai beberapa items tambahan seperti Wardah Long lasting Lipstick shade 08 Red Velvet.

Hope you enjoy the look! Kamu juga re-reate Wardah Youniverse ini nggak? Kalau ada, share link-nya di kolom komentar, ya.


***

Meet me in social media :)




Wednesday, February 15, 2017

Oriflame Giordani Gold Bronzing Pearls in Natural Radiance Review

Happy Wednesday!

Yap, hari ini kebetulan di Jakarta sedang ada cuti bersama karena hari ini di Jakarta sedang diadakan pemilihan kepada daerah (pilkada). Dan momen ini pastinya nggak aku sia-siakan untuk nulis blog. :)

Ngomong-ngomong, jangan under estimate dulu yah sama produk yang akan aku review kali ini. Karena kebanyakan (termasuk aku) seringnya under estimate dengan produk-produk merek Oriflame. Nggak tahu kenapa aku pengen banget review Oriflame Giordani Gold Bronzing Pearls ini karena kemarin sempet ikut acara talkshow bareng Oriflame yang aku tulis di sini (nggak nyambung memang sih sebenernya hehe).. Aku suka acara talkshow-nya karena insightful banget deh. Lagian setahu aku produk Giordani Gold Bronzing Pearls ini merupakan salah satu best seller-nya Oriflame dan udah ada dari zaman dulu jadi kenapa enggak aku review aja. Kalau kamu masih penasaran, baca lebih lanjut yaa.

  DESCRIPTION  
Oriflame Giordani Gold
Bronzing Pearls
Color: Natural Radiance
Size: 25 g / 0.8 oz
Price: IDR199.000-299.000 (tergantung lagi diskon atau enggak)




Sepertinya aku udah lama banget nggak baca katalog Oriflame, karena aku baru tahu kalau kemasan Giordani Gold Bronzing Pearls ini udah berubah. Dulu penampakannya kayak gini:


Untuk aku pribadi, aku sebenernya lebih seneng model kemasan lama karena ada kaca di dalamnya. Tapi sepertinya model dengan tutup ulir kayak sekarang lebih aman untuk dibawa-bawa dalam pouch makeup dan nggak akan khawatir produknya tumpah kemana-mana. Model ulir ini juga ada keunikannya, yaitu ada bunyi 'klik' saat kita tutup rapat yang menandakan kemasan benar-benar udah tertutup sempurna.



jangan lupa cek tanggal kadaluawarsa di kemasan, ya
shade yang aku punya itu "Natural Radiance"




Di kemasannya tertulis kalau produk ini buatan Italia.. wuuw.. Setauku Oriflame ini asalnya dari Swedia, jadi produknya dikreasikan di Swedia, kemudian dibuat di beberapa negara, seperti negara asalnya Swedia, Italia, Rusia atau Polandia. Di kemasan juga ditulis dengan jelas komposisi dari Bronzing Pearls ini.

Kemasan utama berwarna hitam glossy yang menurutku cukup oke desainnya. Sesuai juga dengan brandingnya Giordani Gold. Di dalam kemasannya nggak ada kaca, tapi ada semacam busa penahan agar butiran Bronzing Pearls-nya nggak pecah di dalam kemasan (lihat foto di bawah).






Bronzing pearls yang aku review kali ini nama shade-nya adalah Natural Radiance, dan shade ini sendiri diisi dengan butiran-butiran campuran warna:
➪ Coklat muda: ketika dioles ke kulit warnanya seperti warm tone highlighter. Nyatu banget sama warna kulitku
➪ Coklat agak tua: mirip seperti bronzer tapi dengan warna coklat yang soft banget
➪ Golden peach: blush on warna peach dengan shimmer gold
➪ Pink: light pink blush on dengan efek sheen




To be honest, ketika dipakai warnanya bagus! Aku pribadi merasa warnanya cocok untuk warna kulitku yang "nggak putih tapi nggak tan juga" ini. Ketika dipakai nanti ada efek sheen-nya efek butiran warna coklat muda di dalamnya. Dan walaupun kelihatannya butiran peach & pink-nya sedikit, tapi pas dipakai warnanya keluar juga, lho. Untuk pigmentasi sendiri menurutku dia nggak super kereng dalam sekali oleh, melainkan harus di brush sekitar 3 kali baru keluar banget warnanya. I find that it's okay dan justru aku malah suka tipe blush yang nggak langsung kereng dalam sekali oles. Fool-proof lah istilahnya.

As for the lasting power, menurutku Oriflame Giordani Gold ini punya daya tahan yang cukup oke! Untuk referensi, aku kasih foto percobaanku di bawah ini. Aku pakai jam 8 sebelum berangkat kantor, 12 jam kemudian sekitar jam 8 malam blush-nya masih samar-samar kelihatan, lho. Padahal udah basuk wajah juga 3 kali. So impressive! Tapi kondisinya aku di kantor dengan ruangan AC dan nggak keringetan sama sekali, ya. Belum tahu kalau dibawa jalan panas-panasan kualitasnya gimana.


bronzing pearls diaplikasikan jam 8 pagi on a bare face
no makeup only moisturizer & sunscreen (karena aku lagi jerawatan T.T)
di foto kelihatannya nggak terlalu pigmented, padahal aslinya lumayan kereng, lho

setelah pulang kantor jam 8 malam
12 jam, dan basuh wajah 3x, warnanya masih samar-samar terlihat!

So far, aku cukup rekomendasiin Giordani Bronzing Pearls ini kalau kamu suka blush on yang nggak medok dalam sekali oles dan cukup tahan lama.
Semoga review ini membantu, ya!


***

Meet me in social media :)




Sunday, February 12, 2017

FreshLook Colorblends Green Review

Happy Sunday!

First of all, jangan heran ya belakangan aku lagi sering review lensa kontak dari FreshLook. Karena kebetulan di kantorku lagi kerjasama dengan brand FreshLook jadi aku ada coba beberapa warnanya. And I know harga FreshLook ini nggak bisa dibilang murah dan kurang sesuai dengan tema blog ini. But, positive side-nya, dengan ini aku bisa bandingin kualitas produk dengan harga tinggi dan harga rendah, dan aku usahakan di setiap akhir postingan produk yang harganya agak tinggi, aku akan kasih rekomendasi alternatif produk dengan harga yang lebih murah tapi dengan kualitas yang nggak kalah ciamik. ;)


Oke, sekarang aku akan review lensa kontak FreshLook Colorblends warna Green! Kalau di review kemarin aku bilang suka sama warna FreshLook Colorblends Gemstone Green (review di sini), sekarang aku bilang suka suka suka banget sama yang warna Green! Saking sukanya aku sampai punya 1 backup haha.


  DESCRIPTION  
FreshLook
Colorblends
Color: Green
Diameter: 14.5mm
Price: IDR210.000 (at Lensza.co.id)






Kita bahas dari warnanya dulu yaa.. Untuk warna green ini bisa dibilang natural hasilnya (in my opinion. Mungkin karena teknologi yang menggabungkan 3 warna dalam satu lensa kontak kali ya. Warna abu-abu di bagian pinggir luar, berbaur dengan warna hijau pastel di bagian tengah yang juga dibaurkan dengan warna kuning kunyit agak coklat yang lembut. Semua warna-nya lembut dan nggak kereng sih jadi jatuhnya nggak nge-block dengan warna mata asli. Untuk warna hijaunya sendiri kalau pas dipakai jadi hijau army gitu.

indoor with artificial lighting. 
ini pengaruh setting-an kamera yang agak terang, hasilnya jadi terang juga.
kalau ruangannya gelap sebenernya motifnya nggak terlalu kentara.

outdoor with natural lighting

perbandingan FreshLook Colorblends warna gemstone green & green

Kalau dari segi tekstur, seperti lensa kontak FreshLook Colorblends dengan warna lain, lensa kontak ini teksturnya lembut banget. Aku dapat info dari gathering dengan FreshLook beberapa saat lalu, kalau tekstur lembut ini menandakan kadar air lensa kontak ini tinggi 55%. Jadi kalau mau bedain lensa kontak dengan kadar air tinggi atau rendah, cek aja tekstur lensa kontak kamu apakah lembut atau enggak. Cuma memang kalau lensa kontak dengan tekstur lembut gini rawan banget sobek dan melengkung kayak gini:


Kalau di postingan FreshLook Colorblends Gemstone Green aku sempet bilang kalau lensa kontak FreshLook ini terasa nggak nyaman dan berkabut banget pas dipakai, sepertinya sekarang aku tau apa penyebabnya. Mungkin karena cairan pembersih yang aku pakai kurang moist untuk lensa ini. Dulu aku pakai cairan dari a+ (kayak gini) dan menurutku cukup oke untuk lensa kontak merek lainnya. Tapi ternyata FreshLook Colorblends ini lebih oke kalau pakai cairan Opti Free (kayak gini). Jadinya terasa lebih moist dan kabutnya nggak separah kalau pakai cairan merek lain hehe.

So far untuk kenyamanan lensa kontak ini apabila udah direndam dengan cairan yang tepat, menurutku oke sih (minus sedikit berkabutnya ya). Rasa berkabutnya itu gambarannya seperti kalau kita mau nangis dan air matanya belum jatuh, kan seperti ada yang menghalangi pandangan di bagian bawah. Rasanya kayak gitu. Aku pakai dari jam 11 pagi hingga 11 malam tanpa tetes mata rasanya masih bisa ditahan. Nggak bikin kepalaku pusing juga. Padahal mataku sensitif banget.

Tapi aku nggak rekomen ini untuk dipakai kerja untuk liat laptop atau fokus pada hal-hal detail seperti menulis dalam jangka waktu lama gitu sih, karena kabutnya lumayan mengganggu pandangan. Kalau cuma dibawa jalan-jalan lihat objek besar dan luas masih oke.


Dan seperti yang aku janjikan di atas, aku akan kasih alternatif lensa kontak lain dengan harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang mirip. Kalau kamu belum rela untuk mengeluarkan 210 ribu rupiah untuk lensa kontak FreshLook Colorblends yang punya masa pakai 1 bulan, kamu bisa coba lensa kontak New Look Charm yang pernah aku review di sini. So far menurutku kualitasnya mirip.

Oh iya, sedikit tips yang aku dapat pas gathering bersama FreshLook beberapa waktu lalu:
- Pakai lensa kontak sebelum pakai makeup.
- Maksimal pemakaian lensa kontak adalah 14 jam.
- Lensa kontak dengan tekstur lembut menandakan kandungan air yang tinggi.

Semoga review ini berguna, ya.

***

Meet me in social media :)




Saturday, February 4, 2017

Unboxing & Review BukaBuku.com


Happy Saturday!

Udah lama kayaknya nggak bikin unboxing post, makanya hari ini aku mau sharing pengalaman belanja di online store lagi. Tapi kali ini bukan belanja baju ataupun beauty product, melainkan belanja buku! Yap aku kadang kalo lagi nggak sempet ke toko buku, lagi mager berat atau lagi bokek biasanya lebih milih belanja buku online karena lebih sedikit godaan dan harga buku serta ongkirnya lebih murah hehe. Dan kali ini aku akan unboxing buku dari BukaBuku.com!

Ini kedua kalinya sih aku beli buku di BukaBuku.com. Aku selalu beli buku online di toko ini karena menurutku harganya lebih murah dibanding toko lainnya haha. Yah, gajauh beda sih, paling 1000-2000 rupiah, tapi lumayan lha buat irit ongkir.

Untuk website Buka Buku ini menurutku interface-nya udah oke, nyaman untuk window shopping, loading website-nya nggak lama, dan gampang untuk cari buku berdasarkan judul atau pengarangnya. Selain itu koleksinya juga lumayan lengkap. Kalau dari pengalamanku, biasanya kalau stok buku tertentu di Buka Buku habis, pasti di toko buku online lainnya juga habis (kecuali Gramedia Online yah).

Ketika mau pesen juga gampang untuk add to cart, proses pembayarannya mudah dan pengirimannya juga beragam, ada Cash on Delivery, JNE, EMS, atau Pos Indonesia. Status pemesanannya juga jelas ada estimasi pengiriman dan estimasi barang sampai. Semua order record dikirim juga ke e-mail. Pembayaran kita nggak perlu repot-repot konfirmasi karena mereka pakai kode unik jadi langsung ke-detect otomatis oleh sistem. Pokoknya untuk proses pemesanan aku puas banget sih.


Tapi namanya belanja online yah kudu harus banget sabar. Kalau kalian lihat foto di atas, aku pesen tanggal 15 Januari 2017, estimasi pengiriman tanggal 25 Januari 2017 yang mana makan 10 hari dari pemesanan! Itupun baru pengiriman, estimasi tiba malah lebih lama 2 hari. Tapi nggak heran sih karena alurnya mereka memang harus ambil buku yang kita pesan di gudang penerbit. Stok di gudang penerbit juga nggak pasti. Bisa jadi lagi kosong atau masih dalam proses cetak.

But good news! Ternyata waktu yang dikasih di awal itu sepertinya estimasi waktu paling lama deh. Karena tanggal 21 Januari aku di-email lagi sama BukaBuku.com yang ngabarin kalau pesenan buku aku udah dikirim.


Anyway, sebenarnya kemarin proses pemesanan lebih hectic daripada yang aku ceritain di atas, tapi itu cuma kesalahan dari aku aja sih yang dudul salah lihat tanggal estimasi pengiriman (aku kira akan dikirim hari Rabu tanggal 18, bukan hari Rabu tanggal 25 karena aku kan order tanggal 15 dan kupikir prosesnya nggak selama itu), sehingga keburu komplain ke pihak Customer Service BukaBuku.com-nya lewat Twitter @bukabukucs (responnya lumayan cepet!). Tapi singkat cerita memang proses pemesanannya seperti yang udah aku tulis di atas, kita pesen, dikasih estimasi waktu terlama, dan kalau ternyata bukunya ada lebih cepet, kita akan di-email lagi, sedangkan kalau stok bukunya kosong, kita akan di-email untuk proses refund. Proses-nya dijelasin detail banget. Setelah buku dikirim, aku juga dikirim tracking number sehingga aku bisa lacak status pengiriman bukunya.

Kemudian, buku aku sampai!!!! Yay! Akhirnya~ Kemasan pembungkusnya menurutku oke dan rapi.




Packing-nya rapi dan rapet banget. Buku yang aku terima pun kondisinya masih oke dan tersegel. Diselipin juga bukti transaksi di dalamnya. Ini bisa pilih sih mau diselipin bukti transaksi atau enggak.

Sebenernya beli buku online itu ada plus minusnya, antara lain:

Plus:
+ Bisa pre order sebelum buku itu terbit
+ Ada edisi tanda tangan penulis
+ Suka dikasih pembatas buku, haha
+ Biasanya harga bukunya lebih murah dibanding di toko offline

Minus:
- Kadang suka lama barang sampai di tangan kita
- Stok buku nggak bisa diprediksi (bahkan bisa habis walaupun kita udh pesen, bayar dan tunggu)

Semoga review ini membantu, ya.


***

Meet me in social media :)


Sunday, January 22, 2017

Sebamed Everyday Shampoo Review

Happy Sunday!

Kali ini aku mau review shampoo lagi hehe. Sebelumnya aku mau cerita sedikit tentang jenis rambut dan kulit kepalaku, ya.

Jadi belakangan ini aku merasa kulit kepalaku agak sedikit sensitif dan mudah gatal, lepek dan berketombe. Belum tahu sih penyebabnya apa. Kalau tebakanku sih karena faktor hormonal (stress dan kurang tidur). Karena itulah memang sejak tahun lalu aku mulai pakai shampoo yang direkomendasikan untuk kulit sensitif seperti brand Erha dan Sebamed ini. Shampoo yang sudah aku penah pakai itu Erhair Scalp Care Shampoo dan Sebamed Repair Shampoo. Keduanya aku suka banget karena works well on my scalp, nggak bikin kulit kepala tambah atau cepat terasa gatal, berketombe dan nggak bikin rambutku kering dan rambut rontok juga rasanya jadi berkurang.


Awalnya sempet bingung mau repurchase Erhair Shampoo atau Sebamed Repair Shampoo karena dua-duanya sama bagus dan harganya pun nggak jauh beda. Tapi karena kemarin aku masih punya coupon code senilai 50.000 rupiah dari Asmaraku.com, jadi aku putusin untuk beli Sebamed Everyday Shampoo ukuran jumbo 400 ml di sana. Lumayan harga awalnya yang Rp200.000, aku cuma bayar Rp150.000 karena pakai coupon code.


  DESCRIPTION  
Sebamed Everyday Shampoo
Size: 400ml
Price: Rp150.000 (discounted from Rp200.000 with coupon code)
Where to buy: Guardian, Watson, Asmaraku.com

Sampe sekarang aku sendiri masih ngerasa fancy banget sih shampoo aja pakai brand Sebamed segala. Tapi memang shampoo yang recommended by dermatologist kayak gini hasilnya menurutku oke sih dibanding shampoo lain di pasaran. Kalau dari komposisinya sendiri dia bebas sabun dan alkali yang cukup penting untuk kesehatan rambut! Why?

Pengaruh alkali terhadap rambut menurut penjelasan dari Longhaircommunity:
"When alkali/basic substances are applied to the hair, it has sort of the opposite effect. It opens the cuticle, making it look dull, and feel rough. Alkalis/bases are used in such products as dyes/bleaches, to make it easier for colour to be removed"

Jadi karena shampoo ini alkali free, jadi lebih lembut untuk digunakan sehari-hari.

Dan untuk bagian soap free, Sebamed Everyday Shampoo ini menggunakan bahan surfactant atau bahan pembersih Decyl Glucoside (lihat foto komposisi di bawah ini) yang dari penjelasan Skinstore.com, lebih lembut dibanding jenis bahan pembersih lainnya. 

Jadi lebih aman untuk digunakan pada kulit yang sensitif.

jangan lupa cek juga tanggal kadaluarsanya di bagian bawah kardus, ya

Perbedaan antara Sebamed Repair Shampoo dan Sebamed Everyday Shampoo sendiri adalah untuk jenis rambutnya. Kalau Repair Shampoo lebih ke dry, stressed & damage hair, sedangkan Everyday Shampoo lebih ke normal to dry hair & scalp. Kandungannya sendiri juga beda. Everyday Shampoo bener-bener perawatan sehari-hari yang lembut untuk rambut. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pH level 5.5.


 botolnya besarrrr! shampoo ini punya 4 ukuran: 50ml, 200ml, 400ml & 1000ml
btw, produk Sebamed ini buatan German yang terkenal ketat banget dalam pengawasan proses produksi
in my opinion produk-produk dari German biasanya nggak perlu diragukan lagi kualitasnya

tutup flip-nya kurang oke, i wish they have a pump one for big bottle like this

 shampoo ini juga ramah lingkungan!


Untuk hasilnya sendiri, ini dia review-ku soal Sebamed Everyday Shampoo:
➭ Teksturnya cair dan kurang berbusa dibanding shampoo lain di pasaran.
➭ Setelah keramas rambut agak terasa kesat.
➭ Kurang melembapkan rambut.
➭ Nggak bikin rambut gatal.
➭ Nggak bikin kulit kepala cepat berminyak.
➮ Maksimal keramas tiap 3 hari sekali.
➭ Kurang menghaluskan helaian rambut (dibanding Repair Shampoo).
➭ Mengurangi jumlah rambut rontok.

Kalau ditanya akan repurchase atau enggak, sepertinya aku repurchase kalau ada coupon diskon lagi, haha. Kalau beli dengan harga normal, aku lebih pilih repurchase Erhair Scalp Care Shampoo atau Sebamed Repair Shampoo dibanding shampoo ini. But still, I would highly recommend you to try Sebamed hair care line. Variannya juga cukup banyak dan lengkap seperti foto di bawah ini:



***

Meet me in social media :)


Sunday, January 15, 2017

Pengalaman Meringankan Gejala Dermatitis - Kulit Sehat dan Lembut dengan Redwin Sorbolene Moisturiser

Happy Sunday! Nggak terasa banget udah pertengahan bulan Januari yah? Doaku semoga tahun ini lebih dikurangi drama hidupnya, bisa semakin bersyukur dan bisa stress-free. Karena jujur aja aku sampai akhir tahun kemarin lumayan stress banget. Di akunya sih nggak ngerasa sampai depresi gitu sih, tapi kulitku ternyata nggak bisa bohong. Gejala eksim di kulitku kambuh lagi!

Eksim di kulitku sebenernya udah lama sih nggak muncul. Terakhir kalau nggak salah kelas 3 SMP, setelah ujian nasional. Pas ke dokter SpKK. ternyata didiagnosa karena stress. Padahal aku lagi liburan setelah ujian, lho harusnya kan udah nggak stress ya? Tapi ternyata aku stress nunggu hasil pengumumannya hehe. Nah setelah kasus itu, alhamdulillah gejala eksim udah nggak pernah muncul lagi, sampai hari ini aku tulis, dari beberapa bulan lalu eksim aku kambuh lagi dan ini superrrrr nggak enak!

Kalau kalian yang punya alergi kulit juga pasti tahu deh rasanya kalau punya kulit lagi bermasalah. Kalau di kasusku eksim ini rasanya gatal banget. Apalagi kalau badan lagi terasa capek seperti di malam hari sehabis beraktivitas. Kalau kena debu juga rasanya kadang bikin gatal. Jadi sehari-hari aku yang tadinya udah cukup clean-freak, sekarang makin menjunjung tinggi kebersihan setiap tempat yang aku singgahi dan milih-milih produk yang bisa mematikan kuman dan cocok untuk kulit sensitif. Setiap malam tempat tidur wajib banget aku sapu sebelum aku pakai, kalau enggak aku bakal ngerasa gatal-gatal (bisa karena paranoid juga sih), mandi harus pakai sabun antiseptik, setiap habis naik ojek juga aku cuci bagian yang terkena eksim dengan sabun biar debunya hilang. Aku juga harus rajin pakai body lotion karena kulit bagian eksimku itu kering banget dan jadi bersisik karena aku garuk :(. Warnanya juga menggelap dan terasa kasar. :(




Nah berhubung kulit lagi sensitif, kemarin akhirnya lagi produk Sorbolene Moisturiser dari Redwin! Aku sebelumnya udah pernah nulis reviewnya di sini, cuma kalau kemarin kan kulit aku masih belum bermasalah, jadi sekarang mau aku ulas lagi tapi di keadaan kulitku sedang sensitif dan bermasalah.


Dari penjelasannya, Redwin Sorbolene Moisturiser ini:
- Tidak mengandung pewarna, wewangian, pengawet
- Mengandung 10% Glycerin dan Sorbitol yang melembapkan
- Mengandung Vitamin E yang melawan radikal bebas
- Cocok untuk segala usia (bayi usia 0 tahun)
- Cocok untuk segala jenis kulit
- Bisa mengatasi masalah ruam kulit bayi ruam popok & kulit kemerahan.
- Direkomendasikan oleh dermatologis
- Halal (terdaftar di The Australian Federation of Islamic Council Inc.)
- Masuk ke Women'sHealth Indonesia Choice tahun 2015
- Produk Sorbolene No.1 di Australia


Pokoknya Redwin Sorbolene Moisturiser ini:

"Nothing but goodness for sensitive skin"

Yap, that's why aku coba lagi produk ini di area kulit yang bermasalah. Sekalian buat ngetes, hehe apakah dia bisa meredakan ruam dan kemerahan di kulitku? Let's check the before after picture below:

Kiri: setelah 3 hari pemakaian Redwin Sorbolene Moisturiser
Kanan: setelah 7 hari pemakaian Redwin Sorbolene Moisturiser

Sebenernya aku nggak berencana buat ngulas progress ini di blog jadi aku nggak bener-bener foto keadaan kulitku sebelum pakai Redwin Sorbolene Moisturiser ini. Di foto juga mungkin nggak terlalu kelihatan perbedaannya, tapi aslinya aku sendiri ngerasa kulitku yang iritasi warnanya jadi nggak terlalu gelap seperti dulu sebelum pakai. Dulu tuh seperti mateng gitu dan teksturnya keras :'(. Sekarang teksturnya jauuuh lebih lembut dan yang pasti nggak bersisik dan pecah-pecah. Alhamdulillah :'). Aku sampe sekarang masih kekeuh nggak mau ke SpKK, jadi bakal terusin pakai Redwin Sorbolene Moisturiser ini dan kayaknya mau beli mist untuk kulit sensitif lainnya, jadi doakan ya teman-teman...

Aku pakai pelembap ini setiap pagi dan malam, tapi kadang malam aja karena pagi suka nggak sempet pakai pelembap. Biar bekerja maksimal, pastikan juga produknya menyerap dengan sempurnya ya karena Redwin Sorbolene Moisturiser ini teksturnya agak pekat. Tapi enaknya lagi dia kalau udah menyerap ya memang menyerap dan nggak terasa lengket sama sekali jadi nyaman dipakai.



Aku juga pakai Redwin Sorbolene Moisturiser ini di bagian tumit kaki juga, lho. Aku baru sadar kalau tumit kaku aku agak pecah-pecah. Jadi aku pakein Redwin juga. Dan ini hasilnya setelah memakai kurang lebih 13 hari:

Kiri: sebelum memakai Redwin Sorbolene Moisturiser
Kanan: setelah kira-kira 13 hari memakai Redwin Sorbolene Moisturiser

TIPS: Untuk bagian tumit aku pakai cukup banyak ketika akan tidur malam & pakai kaus kaki biar lotion Redwin-nya makin meresap dan nggak nempel di sprei.

Sejauh ini aku merasa terbantu banget sama produk Redwin Sorbolene Moisturiser ini terutama untuk kulit aku yang sedang mengalami masalah khusus.  Produknya nggak bikin alergi aku semakin parah, justru melembutkan tekstur kulit dan membuatnya lebih 'calm'. Memang nggak menyembuhkan seperti kalau pakai obat dokter, tapi aku udah happy banget sama hasilnya. Kulit sehat dan lembut dengan Redwin Sorbolene Moisturiser. Mungkin kapan-kapan aku harus coba Redwin Sorbolene Bodywash juga kali ya biar hasilnya semakin bagus. 

Redwin Sorbolene Moisturiser ini udah tersedia di banyak tempat seperti Guardian, Watson, Apotek Kimia Farma, Carrefour, atau online di Zalora & Sociolla juga ada kok. Harganya untuk ukuran 100ml yang aku pakai ini sekitar 75 ribu rupiah. Untuk informasi lainnya soal produk ini, kamu bisa cek di Facebook Redwin Indonesia.



Hope this review helpful!

***

Meet me in social media :)