Sunday, November 30, 2014

Review : 5 Alasan Kenapa Harus Coba Starry Light Magic Eye Tape

Happy sunday! Semoga hari ini menyenangkan :). Kemarin aku dapat kesempatan untuk coba makeup product yang lagi hits banget yaitu Starry Light Magic Eye Tape ini. Bagi mungkin yang belum tau, Starry Light ini adalah produk yang dikeluarkan oleh beauty blogger yang udah gak asing lagi, Stella Lee. Dia terinspirasi dari kesukaanya memakai eyelid tape berbentuk net karena kualitas dan hasilnya lebih unggul dibanding eyelid tape biasa. Tapi net eyelid tape ini masih jarang ditemukan di Indonesia dan harganya juga masih mahal. Makanya dia coba untuk produksi sendiri. Dari hasil aku coba sendiri, aku suka banget. Dan ini adalah review sekaligus alasan kenapa harus coba Starry Light Magic Eye Tape/Net Eyelid Tape ini :


1. MERK ASLI INDONESIA
You might notice that I reviewed mostly local product. Karena aku memang suka banget pakai produk lokal. Karena pertama, budget aku bisa dibilang cukup terbatas dan harga produk lokal biasanya terjangkau dengan kualitas yang cukup bagus. Mungkin ada yang bertanya, produk luar negeri juga banyak kok yang harganya setara produk lokal. Tapi menurutku kadang kualitasnya gak setara produk lokal. Coba dengan uang 150 ribu rupiah kita udah bisa dapet premium (atau professional line) foundation dari merk lokal dan hanya dapat drugstore foundation dari merk luar. Karena jelas kalau produk luar negeri biasanya harus tambah biaya impor, dipengaruhi nilai tukar rupiah, dll. Dan alasan yang kedua, kalau bukan kita yang pakai dan memperkenalkan produk lokal, terus siapa lagi? Hehe. Nah, Starry Light ini memang bahan bakunya masih diimpor dari luar negeri (Taiwan), tapi merk dan kemasannya semua asli Indonesia. Karna merek Indonesia, harganya pun terjangkau sekali, cuma 85 ribu rupiah dengan isi 36 pasang. Lebih murah kalau dibanding net eyelid tape merek luar sejenis yang kisaran harganya 150-200 ribu rupiah per 30 pasang. Didoakan semoga dimasa yang akan datang Starry Light semuanya bisa diproduksi langsung di Indonesia ya ^^.



2. WATERPROOF
Ini yang dari dulu aku penasaran! Karena aku muslim, jadi harus secara konstan kena air setiap waktu shalat. Dan aku udah coba Starry Light ini, dipakai dari jam 2 siang didalam rumah hingga jam 10 malam sebelum tidur, dan sudah kena air pas wudhu shalat ashar, maghrib dan isya lemnya masih menempel dengan kuat. Keren banget! Padahal Stella & pihak Starry Light sudah menyarankan kalau kurang puas dengan daya tahan lem yang diberikan dari Starry Light, bisa diganti dengan eyelid glue lain seperti Etude atau Koji, tapi ternyata lem bawaannya juga udah bagus kualitasnya. Foto dibawah adalah mata kanan dan kiri aku setelah pemakaian dari jam 2 siang - 10 malam & kena air wudhu sebanyak 3x.

setelah pemakaian dari jam 2 siang - 10 malam


3. NATURAL DAN TIDAK TERLIHAT MENCOLOK SAAT DIPAKAI
Ketika pakai ini, orang rumah gaada yang sadar kalau aku pakai sesuatu dimataku hehe. Padahal aku gak pakai makeup apapun saat itu. Yang berarti warna net-nya sangat membaur dengan warna kulit karena transparan. Ada saat net tape ini lumayan terlihat adalah ketika kita berdiri dibawah sinar yang terang dan posisi mata agak tertutup. Baru kelihatan jelas net-nya. Tapi kalau dari jarak normal orang berkomunikasi sekitar setengah meter dan posisi mata terbuka, dijamin gaada yang sadar. Hehe. Foto dibawah contoh pemakaiannya. Mungkin di foto gak sedikit kelihatan net-nya, tapi in real life kan kita bergerak terus, dijamin gaada yang sadar. :)

without makeup
with makeup


4. MEMBUAT LIPATAN MATA SEIMBANG, LEBIH TINGGI & LEBIH DALAM
Ini memang udah fungsi utama eyelid tape sih ya sebenernya hehe. Tapi yang aku suka dari Starry Light ini, ukurannya pas dimataku. Jadi aku gak perlu kira-kira mau pasang seberapa tingginya, tapi langsung dipasin aja diatas bulu mata kaya foto diatas. Hasilnya lipetan mataku langsung seimbang dan lebih tinggi & dalam. Terkadang aku agak susah menentukan disebelah mana eyelid tape dipasang. Kadang malah jadi gak seimbang. Foto dibawah before after pemakaiannya. Kiri before pemakaian, bisa dilihat kalau lipetan mataku gak seimbang mata sebelah kiri lipetannya lebih tinggi dan rada gak jelas hehe. Kalau foto after di sebelah kanan kedua mata lipetannya jadi seimbang dan lebih dalam. Pssstt kalau mau bergaya dolly look, coba bikin lipetan mata kamu jadi lebih tinggi, dijamin bakal jadi seperti mata boneka :D

before - after



5. REUSABLE
Keren banget! Sudah harganya murah, bisa dipakai berulang kali pula! Huge plus for me. Asal lepas dan pasangnya perlahan-lahan dan hati-hati bisa dipakai berulang kali lho. Jadi seperti bulu mata palsu yang bisa dipakai berulang kali. Oia take note, yang bisa dipakai berulang kali kalau yang gak terkena makeup yah.. jadi kamu harus pakai makeup dulu baru pakai eyelid net ini agar net-nya gak kena makeup. Foto dibawah adalah net yang sudah pernah dipakai. Bisa dilihat kalau bentuk dan kualitasnya masih bagus. Thumbs up!


DESCRIPTION
 Starry Light Magic Eye Tape 
IDR 85.000 per box 
Isi 36 pasang 


Wednesday, November 26, 2014

Chit Chat : Facial Cleansing Brush, Yay or Nay?


Belakangan ini, facial brush lagi hip banget nih dikalangan beauty addict. Facial brush beda lho dengan brush yang biasa dipakai pas kita ber-makeup. Facial brush ini adalah sikat yang kita pakai saat membersihkan wajah dengan facial cleanser. Seperti sikat gigi tapi ini untuk wajah.

Sebenarnya facial brush ini udah hits sejak sekitar tahun 2010 lalu, awalnya yang paling terkenal hanya merk Clarisonic yang harganya sekitar 1-2 juta rupiah per paket. Karena harganya yang mahal, gak banyak orang yang mau nyoba. Kemudian banyak muncul merek-merek dengan harga yang lebih terjangkau seperti Olay dan Neutrogena dengan kisaran harga 300-600 ribu rupiah. Walaupun begitu, facial brush ini peminatnya masih sekitar negara barat, dan belum dirasa sebagai beauty tool yang wajib dimiliki.


(kiri-kanan)
Olay Pro-X Advance Cleansing System
Neutrogena Microdermabrasion System
Clarisonic Mia 3


Tapi setelah beberapa perusahaan kosmetik dan skincare Korea mengeluarkan facial brush dan ditambah munculnya video Facial Cleansing & Skincare Special Pony's Beauty Diary dari Korean Makeup Artist Park Hye Min (Pony) beberapa waktu yang lalu, facial brush jadi kembali naik daun di tahun 2014 ini. Di video itu ditunjukin kalau facial brush bantu membuat wajah kita lebih bersih sampai ke pori-pori dan membersihkan makeup lebih tuntas dibanding cuci wajah dengan tangan. Apalagi wanita-wanita Korea terkenal dengan kulit wajahnya yang halus walaupun tanpa makeup. Facial brush langsung jadi must have items saat ini.

Tes dengan menggunakan buah jeruk juga terkenal banget. Buah jeruk dipilih karena dirasa mirip dengan kulit wajah kita yang berpori. Kemudian buah jeruk tersebut dioleskan foundation, dan ketika dicuci dengan tangan, masih banyak sisa-sisa foundation yang menempel di pori-porinya, sedangkan ketika dibersihkan dengan facial brush, pori-pori jeruk kelihatan bersih dan mengkilap. Keren banget ya keliatannya fungsi facial brush ini?!


screenshoot of Pony's video & orange test


Tapi, facial brush gak selalu bagus. Untuk yang kulitnya sensitif dan berjerawat, pakai facial brush ditakutkan akan membuat kulitnya iritasi sehingga muncul kulit yang kemerahan dan jerawat yang meradang. Apalagi kalau bulu-bulu sikatnya kurang halus.

So we need to try it or no?
Jawabannya tergantung kebutuhan dan jenis kulit masing-masing.

Pro's and con's of facial brush (berdasarkan pengalaman pribadi aku).
Pro's :
- Kulit jadi terasa kesat dan bersih.
- Kulit jadi mengkilap (bukan karna minyak).
- Membuat proses pencucian wajah terasa lebih fun!
- Gak perlu scrub/peeling wajah setiap minggu karna sudah eksfoliasi kulit dengan facial brush ini.
- Menghilangkan komedo.
Con's :
- Membuat kulit wajah sangat kering setelah pemakaian.
- Kalau salah pilih merk brush, bisa-bisa bulunya kasar & menyakiti kulit.
- Proses membersihkan wajah jadi makan waktu lebih banyak dibanding dengan tangan. (waktu mandi jadi lebih lama hehe)
- Terkadang terlalu "keras" untuk wajah dan bikin wajah brutusan/jerawatan.
- Gak bisa dipakai di area mata (terlalu kasar untuk area sekitar mata yang sangat lembut).

Kamu boleh coba facial brush kalau :
- Punya banyak komedo.
- Memakai makeup setiap hari.

Kamu disarankan gak coba facial brush kalau :
- Jerawatan dan punya kulit yang sensitif.
- Berkulit wajah sangat kering.

Tapi gimana kalau kulit kamu sensitif dan jerawatan, tapi punya banyak komedo? Boleh aja coba facial brush ini, asal pilih yang bulu-bulunya super halus dan yang memang khusus untuk kulit sensitif. :). Atau kamu bisa coba cara lain untuk membersihkan komedo atau makeup yang lebih gentle dibanding dengan facial brush ini.

Kalau kamu tertarik untuk cobain facial brush, sekarang udah banyak banget dijual di Indonesia dari mulai online sampai offline. Harganya juga bervariasi tergantung merek. Facial brush ini jenisnya ada dua, yang bentuknya bulu seperti Pobling, dan berbentuk sikat sepeti The Body Shop. Keduanya sama-sama bagus dan halus tergantung mereknya. Tapi untuk yang kulitnya super sensitif dan jerawatan aku saranin pilih yang bulu seperti merek Pobling karena lebih halus, Tapi pengalaman pribadi, kakaku lebih suka pakai yang jenis sikat karna lebih terasa bersih. Yang tipe bulu juga agak lama keringnya dibanding yang sikat, ada kemungkinan bakteri lebih cepat berkembang karena lembab. Jadi baik sikat atau bulu ada kelebihan dan kekurangan tinggal pilihan masing-masing sukanya yang mana. Saat ini yang aku pakai adalah Rose Facial Brush dari Tammia. Brush-nya berbentuk sikat agak sedikit kasar dibanding Pobling, tapi masih cukup lembut dipakai diwajah dan cepat kering. Harganya terjangkau cuma 35.900 rupiah di toko resmi Tammia atau supermarket besar (aku beli di Carrefour ITC Kuningan, kamu juga bisa cari di toko Tammia Kota Kasablanka). Selain Tammia juga banyak facial brush lain yang mudah didapat seperti gambar dibawah ini :


(kiri-kanan)
Pobling Pore Sonic Cleanser
The Body Shop Facial Brush with Lid
Sophie Paris 2 in 1 Facial Brush
Oriflame Facial Brush

tammia rose facial brush



Beberapa beauty blogger juga udah banyak yang suka pakai facial brush ini seperti review dari Dewi, Fia, Ikah, Hanitis, Jessica, Sekar, Tami, Kim, Phanie & My-Lovely-Sister (hahaha yesss i do research A LOT before buying or trying something). Psst, selain facial brush diatas, kamu juga bisa lho pakai sikat gigi elektrik sebagai pengganti facial brush. Metode ini bisa kamu pilih kalau kamu kesulitan mendapat facial brush (kalau belum tersedia di daerah kamu tinggal). Banyak juga yang suka metode ini. Salah satunya Youtube makeup guru Michele Phan di videonya! Tapi pakai sikat gigi elektrik baru yah, jangan yang udah dipakai untuk sikat gigi karna gak higienis. :)

Tertarik untuk coba?

Saturday, November 22, 2014

Fashion Inspiration : 5 Ways to Wear Dungaree (or known as Overall/Jumpsuit)

Happy saturday! Aku berencana banget beli dungaree dalam waktu dekat ini. Karena suka banget sama bentuknya yang casual & nyaman dipakai, tapi gak plain. Walaupun cuma dipadu sama kaus tetep kelihatan "beda". Karena gak banyak juga yang suka pakai dungaree ini. Tapi tetep ya jadi cewe biar gak mubazir, kalau mau beli sesuatu harus dipikirin dulu cara pakai dan padu-padannya gimana. Dan ini beberapa inspirasi yang aku dapat dari pinterest. Semoga bermanfaat untuk mix n' match dungaree kamu. :) Oh iya dungaree ini juga cocok untuk yang berhijab (kaya aku), tinggal pilih dungaree yang celananya panjang.



POINT 1 : Classic style, padukan dungaree dengan kaus lengan panjang. Casual but stylish!



POINT 2 : Padukan dungaree kamu dengan sweater yang kebesaran. Batwing sweater would be nice too! ^^



POINT 3 : Casual chic, padukan dungaree kamu dengan kaus katun sebagai dalaman, dan blazer sebagai luaran.



POINT 4 : Pakai kaus katun sebagai dalaman, dan kimono berbahan katun sebagai luaran. Oversized cardigan would work too! :)



POINT 5 : Tomboy style dengan memadukan dungaree dengan kaus katun sebagai dalaman, dan kemeja flanel sebagai luaran.



Tuesday, November 18, 2014

Minty Mint Trend

Halo :D have a great day.. sudah akhir november begini sudah mulai masuk musim hujan ya. Seneng banget karna kalau hujan suasananya adem dan tenang. Apalagi kalau hujan-hujan ada di kamar sambil minum peppermint tea dan baca buku. Menyenangkan sekali hidup ini! XD Peppermint tea juga bagus untuk mengatasi perut kembung karna biasanya musim hujan anginnya lumayan kencang. Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui deh.

Mint bukan cuma enak jadi minuman, warna mint juga jadi trend banget beberapa tahun terakhir. Bukan cuma fashion, warna mint juga sering banget dipake pada riasan wajah, aksesoris tubuh, perawatan tubuh dan pernak-pernih dekorasi. Wajar sih, karna warna mint seger banget untuk dilihat. Menenangkan dan bikin mata sejuk seperti kalau lihat warna hijau. Bisa dibilang warna mint ini versi cute-nya warna hijau. Hehe. Pasti kamu sendiri juga suka kan sama warna mint. Yes everybody loves mint!
Tapi jujur aja, aku suka bingung ngebedain warna mint dengan warna hijau atau biru lainnya. Dan persepsi orang suka beda menentukan ini warna mint atau bukan. Hmm.. sebenernya warna mint itu ada banyak. Bisa dilihat di foto di bawah ini.


Banyak juga ya tipe warna mint ini~

Menurutku sendiri, warna mint termasuk warna yang netral dan cocok dipakai disegala musim. Cukup cerah ceria dipakai saat musim panas, dan cukup "dingin" dan matching untuk dipakai saat musim dingin. Tapi terkadang aku suka gak pede kalau harus pakai outfit atau makeup warna mint karna warna mint ini lumayan golongan warna terang. Apalagi untuk warna Spearmint & Mint Leaf seperti foto diatas. Untuk nyiasatin, biasanya warna mint ini aku kombinasiin dengan warna netral atau warna yang lebih redup. Misalnya warna coklat, muted pink, atau oranye seperti EOTD-nya Anggie disini ;) Aku juga lebih suka pakai lipstik atau blush on yang warnanya nude biar gak terlalu heboh.

Foto dibawah ini hasil recreate-ku dari EOTD mint-nya Anggie. Gak heboh banget kan? :D For me, balancing the color is the key.





Kamu punya trik tersendiri gimana cara siasatin pakai warna mint?
Jangan lupa ikutan giveawaynya Anggie & Lina yah. Ada 3 kategori yang bisa kamu ikutin. Hadiahnya mau tau? Cek aja langsung disini yah Girl's Mind & Alleria Makeup Artist's Birthday Giveaway.


Saturday, November 15, 2014

Review : Hada Labo Gokujyun Facial Wash


Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing
Facial Foam
Harga : sekitar IDR 14.000
Isi : 100gr
Website : http://www.wardahbeauty.com/id








Sudah beberapa tahun kemarin aku setia banget pakai homemade oatmeal sebagai pembersih wajah. Tapi emang dasar anaknya males pengen yang praktis, akhirnya coba pembersih wajah instan juga. Gara-garanya pas kemarin sempet kerja terus pulang malem udah capek males banget mandi lama-lama jadi balik ke pembersih wajah biasa deh biar mandinya makin cepet. Awalnya aku coba facial foam hada labo yang biru punya kakak-ku. Dan enak dipakainya gak bikin kering ataupun jerawatan. Karna mikirnya yang seri botol putih (gokujyun) pasti lebih melembabkan dibanding seri biru (shirojyun), jadi coba yang putih. Kalau dibanding merk lain memang hada labo ini lebih melembabkan, tapi masih kalah lembab dibanding pakai oatmeal hehe. Intensitas busa yang dihasilkan juga gak sebanyak facial foam lain tapi masih cukup melimpah apalagi kalau pakai jaring-jaring pembuat busa. Dan seperti produk hada labo lainnya, facial foam ini juga sedikit menyebabkan jerawat kecil (brutusan) di wajahku. Repurchase? Kayaknya enggak. Mengingat jerawat brutusan walaupun kecil tapi ya berasa juga.

Facial foam ini juga memang fungsinya hanya membersihkan debu dan minyak alami wajah. Pas aku test untuk hapus makeup, gak ada yang geser sama sekali makeupnya hehe. Yang aku test itu eyeliner cair, matte lipstick dan concealer. Padahal menurutku lipstick harusnya gak terlalu tahan lama. Pudar sedikit, cuma masih ada pigment warnanya. Jadi kalau pakai makeup harus dibersihin pakai makeup remover sebelumnya. Tapi wajar ko karena di kemasannya juga gak ada statement kalau facial foam ini bisa membersihkan makeup. Aku sendiri supaya yakin banget wajah bersih, aku kombinasiin facial foam ini pakai facial brush pas cuci wajah. Tapi kalau pakai facial brush wajah jadi keriiiiiiiiing banget. Terasa kaku & keset. Jadi pakai facial brushnya gak sering-sering. Setiap malam aja kalau wajah kotor atau sehabis pakai makeup.

Kalau dari segi harga, facial foam hada labo ini bisa dibilang cukup terjangkau. Mudah ditemukan juga di banyak supermarket besar atau kecil. Kalau kamu cocok dengan produk hada labo dan suka merasa kering kalau pakai pembersih wajah merk lain, bisa coba hada labo ini.


Monday, November 10, 2014

Chit Chat : Jerawat Hormonal

Mungkin kalau dibikin survey, aku yakin 80% masalah kulit yang paling sering dirasakan sama wanita Indonesia itu pasti kulit berminyak dan berjerawat. Beruntung banget cewe yang kulitnya bebas jerawat tanpa ribet perawatan ini itu. Tapi gak jarang juga yang malah jadi jerawatan karna coba produk macem-macem. Hehe. Ada kan?

Aku pernah baca di beberapa sumber, kalau ternyata jerawat itu menandakan bahwa ada masalah dengan kondisi tubuh kita. Dan ini bisa dilihat dengan Acne Face Mapping Chart seperti foto dibawah ini :


Memang gak semua tipe jerawat bisa dideteksi dengan acne chart diatas, tapi paling gak kita dapet gambarannya ^^. Aku salah satu orang yang pernah mengalami jerawat parah, cukup setuju sama face chart diatas. Face chartnya aku kutip dari sini.

Huhu malu banget ngeliatin foto dibawah ini. Fotonya udah jadul banget. Maklum masih ABG waktu itu diambil sekitar tahun 2007 pas SMA >.<. Hehe. Tapi bisa dilihat foto dibawah kalau aku berjerawat didaerah sekitar kening, dan pipi bagian bawah sampai rahang. 


Kalau di deteksi dengan face chart, jerawat di kening disebabkan oleh sistem pencernaan yang gak lancar dan ini bener banget. Aku termasuk yang kurang makan-makanan berserat dan kurang minum air putih >.< bahkan sampe sekarang masih kaya gitu huhu. 

Pipi bagian atas disebabkan sama terganggunya sistem pernapasan. Ini mungkin karna terpapar asap rokok (perokok pasif) T___T.

Dan yang ketiga pipi bagian bawah dan rahang yang berarti hormonku gak seimbang. Lagi-lagi bener karna aku orangnya gampang stress dan biasanya berjerawat parah ketika ada ujian masuk sekolah seperti Ujian Nasional hehehe. Sampe waktu itu sedih banget karna wisuda SMA wajahku masih jerawatan parah pasca Ujian Nasional SMA & ujian masuk perguruan tinggi negeri T____T. Udah coba produk apapun gak mempan (setiap ada waktu luang selain belajar, kerjaan aku browsing obat jerawat di forum wanita & bulak-balik ke apotek pas pulang les cuma buat beli obat jerawat hahaha). Dan malah semakin parah karna tambah stress mikirin jerawat gak sembuh-sembuh.

Jerawat hormonal ini masih berlanjut sampai aku kuliah semester satu. Bahkan kaka-ku sempet nyeletuk penasaran gimana jerawat aku pas skripsi nanti, karna skripsi pusingnya lebih dari Ujian Nasional. Hahaha.

Foto dibawah diambil pas aku awal masuk kuliah semester 1.

foto diambil dari review bedak milani

Foto dibawah ini diambil pas aku kuliah semester 4. :D Jerawatnya udah gak ada tapi bekasnya aja masih parah :') tapi tetep bersyukur setidaknya udah gak sakit lagi kaya pas masih jerawatan.


Dan seiring bertambah dewasa, ternyata jerawat hormonal-ku semakin berkurang! Yeay!! Mungkin karna udah lewat masa pubertas kali ya. Di umur 20-an sampai sekarang aku lulus kuliah, alhamdulillah udah gak pernah jerawatan parah kaya dulu. Paling jerawat kecil-kecil kalau gak cocok pakai skincare atau dalam masa peralihan dari satu tempat ke tempat lain (Jakarta - Bandung).

Karna jerawatku karna faktor hormonal, kadang suka bingung juga kalau ditanya orang obat jerawat yang bagus apa. Karna lama-kelamaan aku baru 'ngeh kalau jerawatnya bakal sembuh sendiri ketika udah gak stress. Mind management yang penting. Dan kalau lagi jerawatan jangan dipikirin karna malah bikin jerawat tambah banyak hehe. Kalau obat jerawat topikal paling untuk mengurangi peradangan aja. Aku udah coba lumayan banyak produk daaaaaan ya gitu-gitu aja kaya yang aku bilang, "ngaruh" kalo sumber stress-nya udah ilang :).

Foto dibawah beberapa produk yang pernah aku coba sesuai urutannya.

lack of photoshop skill -- i know :') i've tried as best as i can though..

Lotion Acnes aku hasil baca-baca di forum Gurl.Me atau Femaledaily seingetku. Daaaan gak efek sama sekali haha. Cuma enak dipake karna dingin dan roll bentuknya. Sedangkan masker tepung kacang hijau (mung bean) dicampur Yakult, hasil baca-baca di forum soompi disini (foto before afternya keren bangeeet). Terus ada resepnya juga di blog sparkle apple. Lotion Acne Feldin juga hasil baca-baca di forum Femaledaily, ternyata teksturnya sama kaya mukjizat tolak jerawat sariayu. Lotion & Milk Hadalabo aku pakai karena banyak banget review bagus tentang produk ini. Dulu harganya masih mahal karna harus impor dari Jepang. Awalnya gak berekspektasi bakal ngilangin jerawat, tapi ternyata lumayan meredakan peradangan jerawat aku dan bikin kulit lembab! Suka banget. Sejak cocok sama Hada Labo ini aku awalnya gak mau coba-coba lagi dan pilih produk yang lebih lembut dan gak banyak bahan-bahan kimia aneh. Tapi ternyata masih 'keracunan' juga setelah baca blog Diary of Product Junkie soal salep Benzolac. Ternyata aku gak cocok pakai Benzoil Peroxide karna terlalu keras. Kulitku jadi kering banget. Akhirnya cobain Vitacid dan Mediklin berpedoman pada skincare routine-nya Jen From Head to Toe. Kandungan Vitacid & Mediklin, sama kaya pengobatan jerawat yang dia pake (Differin Gel & Duac Topical Gel). Hasilnya suka & cukup mengurangi peradangan jerawatku.

Beberapa produk lain yang pernah aku coba :
- Secret Key Starting Treatment Essence
- Mizon All in One Snail Repair Cream
- Citra Pink Orchid Moisturizer

Kalau ditanya yang paling fave diantara semua produk itu Hadalabo Shirojyun Milk & Gokujyun Lotion. Soalnya bikin kulitku kenyal dan halus :D. Tapi khusus yang made in Japan aja huhu.. yang made in Indonesia malah bikin aku jerawatan kaya yang aku pernah bikin reviewnya disini. Yang kedua itu Vitacid karna ampuh banget ngurangin peradangan di jerawat & ngehilangin bekasnya juga. Tapi hati-hati karna vitacid ini termasuk obat keras & (harusnya) pakai resep dokter :p.

Walaupun udah gak jerawatan hormonal lagi, tapi aku tetep menjaga produk yang aku pakai & perhatiin baik-baik tipenya supaya gak malah jadi jerawatan karna salah pakai produk. Yang pasti aku gak mau pakai produk dengan embel-embel "anti jerawat". Karna biasanya produk dengan label anti jerawat bikin kulitku super kering dan malah bikin aku jerawatan. Makanya sekarang aku pilih yang berlabel "melembabkan" atau "whitening". Dan aku pribadi gak cocok dengan kandungan Salicylic Acid. Setiap ada kandungan itu pasti aku jerawatan. Padahal Salicylic Acid itu termasuk bahan aktif pembunuh kuman jerawat. Dari sini aku simpulin sendiri kalau gak semua orang cocok dengan jenis bahan tertentu dan malah bisa berdampak sebaliknya bukan menyembuhkan malah membuat penyakit, Tapi memang butuh trial & error supaya tau kandungan apa yang cocok sama kita ^^.

Kulitku sekarang tahun 2014 (masih banyak bekas jerawat 'bolong' di pipi, tapi udah gaada jerawat besar!) :)


Hahaha aduh post ini tuh kebanyakan curhat kayaknya. Semoga bisa jadi referensi bagi yang sedang mengalami jerawat hormonal ^^. Intinya jangan stress dan jangan terlalu dipikirin semua masalah. Serahin sama Tuhan (malah ceramah). Hehe. Oiya post ini juga sebagai subsmisi giveaway Chochet & Lipstik. Cerita juga yuk apa problem kulit kamu dan ikutan giveaway-nya. Kalau gak menang giveaway setidaknya pernah share dan siapa tau bisa jadi inspirasi orang lain. :) Sharing is caring.



Thursday, November 6, 2014

Kawat Gigi (bagian 1)

Hai-hai! Selamat hari kamis! Yeay besok udah hari Jumat dan menjelang weekend. Semoga harimu menyenangkan. Post ini adalah postingan berseri mengenai pengalaman aku menggunakan kawat gigi. Terinspirasi dari pengalaman memakai kawat giginya Shelvi di blognya dan juga Puteri Nurma di blognya, aku memutuskan share juga pengalamanku. Karena susah banget cari informasi tentang kawat gigi yang bener-bener hasil pengalaman pribadi dan bukan hasil copas lewat google. Semoga postingan ini mudah ditemukan via mesin pencari google hehe. Jujur aja awalnya aku deg-degan banget pas mau pakai dan cari tau sebanyak mungkin informasi soal pemakaian kawat gigi buat pemula. Hal apa aja yang harus disiapkan karena memakai kawat gigi sama dengan perawatan gigi ekstra dibanding ketika gak pakai.

hehe pakai foto wisuda ---- satu-satunya foto berkawat gigi saat ini :)

Aku awalnya gak mau banget pakai kawat gigi. Karena aku orangnya bukan yang pandai merawat gigi dan gigiku termasuk yang banyak banget masalahnya. Kalau udah sekali ke dokter gigi, pasti urusannya jadi panjang hehe. Tapi ada beberapa masalah di gigiku yang disebabkan penumpukan gigi. Gigiku memang ada ginsulnya. Dan penumpukan itu menyebabkan gampang terjadi pembentukan karies gigi, Jadi aku putuskan mau untuk pakai kawat gigi dengan harapan masalah di gigi ginsulku itu gak makin parah dan bisa segera diobati.

Jadi pas pertama kali datang ke dokter gigi, gigi kita akan dicetak dulu pakai sesuatu berbahan karet yang dimasukin ke mulut seperti gambar dibawah ini. Hati-hati karna agak mual ketika dimasukkan ke mulut. Karet ini akan dipakai sebagai cetakan untuk mencetak gips yang nantinya berbentuk seperti gigi kita.

(kiri) proses cetak - (kanan) gips yang sudah dicetak dengan karet

Setelah proses cetak, gigi kita akan dipasang separator (yang berwarna biru) pada gigi atas dan bawah seperti foto dibawah. Gunanya untuk memberi ruang sehingga ring bisa dipasang. Setelah proses ini, aku gak langsung pasang behelnya. Harus tunggu beberapa hari sampai gigi selesai dicetak. Selama proses ini gigiku sakiiit banget karna separatornya maksa gigiku buat lebih renggang. Gigiku jadi ngilu dan susah buat makan. Dokterku bilang tahan-tahanin karna ringnya gak boleh dibuka sampai pertemuan berikutnya :'). Dan setelah pasang kawat diperkirakan sakitnya lebih dari saat pakai separator ini. Jadi separator ini itung-itung latihan sakit sebelum pasang kawatnya nanti huhu.

separator - ring karet berwarna biru seperti di foto

Selama proses menunggu hasil gigi yang dicetak, aku melakukan rotgen gigi. Biasanya lokasi rontgen menutut saran dokter.

Setelah proses rontgen & cetak gigi selesai, baru pemasangan kawat gigi dilakukan. Pertama gigi ku di cek dan diatasi masalahnya. Kalau ada lubang akan ditambal, dan kalau ada karang gigi akan dibersihkan. Proses pencabutan atau penambalan gigi yang bermasalah juga bisa dilakukan setelah pemasangan kawat gigi (ketika kontrol bulanan). Setelah di cek, dan dibersihkan, lalu kawat pun dipasang. Tapi kebetulan aku baru pasang bagian atas karena ternyata dari hasil rontgen ada masalah dengan gusi bagian bawah dan harus dioperasi sebelum pemasangan kawat giginya. T_T Aku takut sih walaupun cuma operasi kecil. But i'll let you know tentang pengalaman operasiku nanti. Oh iya aku juga belum cabut gigi, cabutnya nanti ketika kontrol pertama sekitar sebulan setelah pasang kawat gigi. Dokterku gak menyarankan sering-sering untuk kontrol karena kasihan giginya belum stabil posisinya udah dipaksa untuk bergerak lagi ketika kawatnya dikencengin pas kontrol. Jadi paling gak jarak yang pas untuk kontrol adalah satu bulan. Tapi baiknya konsul ke doktermu ya. Hehe beda dokter beda persepsi.

Walaaa.. kawat gigi sudah dipasang! Setelah selesai pasang, dokterku ajarin gimana caranya sikat gigi yang benar untuk pemakai kawat gigi. Juga gimana cara memakai peralatan khusus ortho seperti foto dibawah.


Kebetulan dari dokter tempat aku pasang, sudah disediakan paket alat-alat yang dibutuhkan untuk pemakai kawat gigi. Jadi gak perlu repot-repot lagi cari di apotek. Tapi misalkan gak dapet dari dokternya, kira-kira ini alat-alat yang dibutuhkan bagi pemakai kawat gigi.

- Mouthwash. Ini optional dan gak harus pakai kata dokter. Tapi aku rasa perlu karna ketika pakai kawat gigi gak semua bagian mulut terjangkau oleh sikat gigi karna terhalang besi-besinya. Ini bisa cepet menimbulkan karies gigi. Apalagi kalau gak bersih dan sampai besi-besinya kotor dalam jangka waktu yang lama aku agak serem bayanginnya haha. Jadi moutwash ini paling enggak bantu 'mensterilkan' mulut.
- Sikat gigi ortho bentuknya meruncing pada bagian atasnya. Gunanya agak bisa masuk ke sudut-sudut sempit karna pemakaian kawat gigi.
- Wax gunanya untuk melapisi bagian-bagian kawat yang tajam. Benda ini penolong banget di hari-hari pertama pemakaian karna kawatnya masih tajem banget & mulutku belum terbiasa. Alhamdulillah aku gak ngerasain sariawan karna rajin pakai wax ini. Hati-hati jangan sering-sering termakan ya hehe :)
- Dental floss pasti udah pada gak asing ya. Aku pribadi jarang pakai ini karna susah. Tapi just in case simpen aja.
- Toothpicks. Hehe bener gak ya namanya. Lebih ke sikat kecil sih bentuknya. Gunanya untuk mendorong makanan keluar apabila ada yang nyangkut di kawatnya. Ini berguna banget. Aku lebih suka pakai ini dibanding tusuk gigi kayu karena lebih lembut.
- (tambahan) Vitamin C! Penting banget ini biar gak sariawan di awal pemakaian. Minimal sehari konsumsi 500mg yah..


Pengalaman 3 hari pertama setelah pasang : gak bisa makan apa-apa T______T. Gigi rasanya mau rontok semua. Tapi alhamdulillah gak sesakit yang dibayangkan. Kawatnya agak tajam sedikit tapi gak mengganggu banget karna rajin pakai wax. Mengganggunya adalah pas makan aja. Agak sedih gak bisa makan banyak. Dan kalau makan harus yang lembut banget seperti bubur atau susu. Sebagai variasi aku juga makan roti............yang dicelupin ke susu (tetep) haha. Abis gak kuat ngunyah roti juga. Aku pribadi 3 hari pertama, gigit pisang aja gak bisa hahahaa dan kalau ngunyah itu pakai lidah dan dinding gigi bagian atas. Kalau lagi on fire karena laper tapi hopeless karena gak bisa gigit, biasanya makanannya langsung aku telen tanpa dikunyah hahaha T____T. Setelah 5 hari baru gigi geraham agak kuat dan berkurang ngilunya. Udah bisa dipakai buat gigi makanan yang normal seperti sayuran.

Rekomendasi makanan untuk hari-hari pertama :
- bubur (ini udah paling bener).
- telur rebus atau telur dadar.
- mie instant yang dimasak agak overcooked.
- buah pisang.
- sup krim.
- susu.
- biskuit atau roti yang dicelupkan ke susu atau teh (sebagai variasi).

Jangan coba-coba makan :
- ayam/daging
- kerupuk
- gorengan
- kwetiau
- tauge

First impression secara keseluruhan soal pakai kawat gigi : gak enak! Aduh bersyukur banget kalau gak perlu pakai kawat gigi. Awal-awal gini rasanya kaya habis makan terus ada kerak sisa makanan yang numpuk di dinding gigi. (hehe maaf kalau agak jorok). Rasanya pengen dikorek dan dilepas hehehe. Dan jadi rajin sikat gigi! Karena setiap habis sikat gigi apalagi pake mouthwash, rasanya enak banget di mulut. Karena setiap habis makan tuh rasanya makanan gaada yang ketelen tapi nyangkut semua di kawatnya hahaha *lebay* jadi mulut gak enak dan gak fresh. Terus gak bisa senyum dengan bibir ketutup. Pasti nyengir terus kalo ketawa hehe. Kan aku jadi gak bisa senyum monyong ala anak gaul lagi. Pas kondisi badan gak fit juga rasanya gak enak. Karena ada benda asing di mulut, jadi otot-otot mulut bekerja lebih keras. Hehe lebay ya. Mungkin karna belum terbiasa banget.

Oh iya saran aku, ketika mulai pasang, tanya sebanyak mungkin sama dokternya mengenai kawat gigi ini. Jangan disimpen sendiri karna informasi yang bagus di internet menurutku masih sedikit. Jadi harus tanya langsung ke dokter. Dan alhamdulillah dokterku terbuka sekali dan selalu didiskusikan setiap ada masalah atau kalau mau melakukan suatu tindakan. Pas diutak-atik giginya, aku saranin selalu pegang kaca kecil di tangan supaya kamu bisa lihat gigi kamu lagi diapain hehe.

Segini dulu ya. Nanti kalau ada perkembangan atau setelah aku operasi, aku share lagi. ^^