Sunday, October 2, 2016

Review Erhair Scalp Care Shampoo Untuk Masalah Dermatitis Seboroik

Akhirnyaa aku berhasil menghabiskan shampoo Innisfree yang aku review di sini. Karena ukurannya cukup besar, 300 ml, jadi agak lama untuk menghabiskan secara tuntas hingga tetes terakhir. Tapi sebelum shampoo Innisfre habis, aku udah cari-cari review shampoo lain nih, dan dalam wishlist ku ada Erhair Scalp Care Shampoo dan Sebamed Shampoo karena nggak sengaja lihat review mba Ike Yurissa di Instagram. Selain itu aku juga sempet ngincer The Bath Box shampoo karena bahannya natural. But anyway, hari ini aku mau buat review Erhair Scalp Care Shampoo dulu yaaah.


DESCRIPTION
erhair
Scalp Care Shampoo
Size: 100 ml
Price: 50.000 rupiah

Erhair Scalp Care Shampoo ini adalah produk dari klinik Erha. Si shampoo ini masuk golongan produk yang dijual bebas alias nggak perlu resep dari dokter klinik Erha kalau mau beli shampoo ini. Walaupun begitu, semua rangkaian Erhair shampoo ini menurutku masih tergolong "produk klinik" karena targetnya memang untuk rambut yang bermasalah seperti gatal, ketombe, rambut rontok, atau rambut yang sudah mature. Jadi kalau rambutnya nggak ada masalah yang parah menurutku pakai shampoo yang tersedia di supermarket sudah cukup.


Karena aku sendiri punya masalah rambut yaitu rambut berminyak, gatal, berketombe dan rontok, dan sudah lelah mencoba beragam jenis shampoo yang tersedia di supermarket, akhirnya aku memutuskan untuk coba shampoo Erhair ini. Sebenarnya aku juga ingin coba shampoo dari Sebamed karena sama-sama shampoo rekomendasi dokter, tapi karena Erhair ini harganya sedikit lebih murah dan berkat iklan Erha Clinic yang super besar dan terpampang nyata di Kota Kasablanka (yang 'terpaksa' aku lihat setiap pulang kerja), akhirnya aku pilih shampoo Erhair ini ketimbang shampoo dari Sebamed. Selain itu, temanku juga ada cerita kalau dia sempat mengalami problem ketombe yang lumayan mengganggu, akhirnya dia memeriksakan masalahnya ke Erha Clinic dan masalahnya teratasi. Aku pikir mungkin aja masalahku sama kayak dia dan cocok juga pakai produknya Erhair.

Hahaha panjang ya ceritanya bisa sampai pakai produk ini.

Aku sebenarnya baru pakai Erhair Scalp Care Shampoo ini sekitar 5x ketika post ini ditulis dan menurutku masih kurang lama untuk bisa buat review. Tapi karena aku sukaaaaa sekali sama hasilnya, jadinya aku tulis sekarang dan akan aku update nanti kalau-kalau ternyata aku jadi nggak suka lagi sama produk ini.

[deskripsi depan]

Jadi, Erhair Scalp Care Shampoo ini ditujukan untuk orang-orang yang mengalami masalah di kulit kepala dan ketombe. Shampoo ini juga bisa mengatasi masalah Dermatitis Seboroik. Apa itu? Menurut artikel di www.alodokter.com, "Dermatitis Seboroik adalah penyakit kulit yang biasanya menjangkiti kulit kepala dan area tubuh yang berminyak, seperti punggung, wajah, serta dada bagian atas. Pada kulit kepala, penyakit ini menyebabkan kulit berwarna merah, berketombe, dan bersisik". Nah, pas banget sama masalah di kulit kepalaku yang cepet berminyak dan berketombe.


Shampoo ini mengandung Climbazole dan Piroctone Olamine untuk mengatasi ketombe, serta Aloe Vera fan Pro-vitamin B5 untuk memberikan efek segar di kulit kepala.


First impressions: baunya nggak sukaaa! Kurang seger menurutku. Agak mirip bau shampoo di hotel-hotel (maklum anaknya biasa pake shampoo yang mure). Untuk busa sih banyak ya nggak susah juga dibuat foammy. Tapi pas aku pakai, kok nggak terasa dingin-dingin gitu ya? Padahal katanya ada "cool sensation". Mungkin kulit kepalaku udah kebal karena kemarin pakai shampoo Innisfree yang super dingin. Oh iya, shampoo ini juga harus didiamkan selama 1 menit sebelum dibilas.

Ya, impression pas keramas sih biasa aja, tapi setelah beberapa kali pakai, rambutku jadi lebih lembap dan 'bouncy' banget. Rambutku juga bentuknya lebih nurut dan lurus. Suka banget-banget!! Tapi, bukan berarti rambutku jadi sebagus Raline Syah ya haha, setidaknya untuk ukuran shampoo anti ketombe, Erhair Scalp Care Shampoo ini nggak bikin rambutku super kering. Padahal biasanya shampoo anti ketombe yang harus didiamkan sebelum dibilas seperti shampoo Selsun, efeknya bikin rambutku super kering kayak ijuk. Cuma karena mikir yang penting ketombe hilang, aku cuek aja sama efek keringnya dan sekarang menemukan shampoo Erhair yang nggak bikin kering ini udah kayak keajaiban~~~~~~ *lebay*

Soal ketahanan sampai rambut kembali butuh dikeramasi, aku biasanya 2-3 hari. Jadi hari Senin keramas, Rabu aku udah harus keramas lagi. Atau maksimal Kamis udah harus banget keramas. Sejauh ini kalau jeda keramas cuma 2 hari sekali, kulit kepala nggak terlalu terasa gatal. Melihat udara Jakarta yang lagi hot-hot-nya, wajar sih kalau harus keramas 2 hari sekali.

Oke, sebelum postingan kali ini semakin panjang, aku mau sudahi dulu. Intinya aku suka banget sama Erhair Scalp Care Shampoo dan rekomendasiin jika kamu punya masalah kulit kepala yang gatal dan susah cari shampoo yang cocok di supermarket. Untuk harga sendiri Erhair Scalp Care Shampoo ini nggak terlalu mahal. Cuma ukurannya memang sedikit kecil cuma 100 ml. Kalau nggak salah ada ukurannya besarnya juga cuma aku lupa berapa ml.