Saturday, April 9, 2016

The Body Shop Drops of Youth Concentrate Review

Atas keberhasilan dengan pre serum oil Clinique Turnaround Revitalizing Oil, aku lagi seneng-senengnya nih pakai pre serum/serum. Bedanya apa sih? Sebenernya pre serum itu dipakai sebelum serum, semacam booster agar serumnya bekerja maksimal, mungkin kapan-kapan bisa dibuat artikel sendiri kali yak. Nah, walaupun katanya cuma booster dan perlu didampingi sama produk lain, tapi aku ngerasa udah enak banget cuma pakai pre serum, terutama si Clinique itu.. jadinya memang setelah Clinique habis, aku bingung mau re-purchase atau cari yang lain (ehm, maaf ya ini sesi curhat dulu). Tapi setelah baca statement seseorang yang bilang skincare itu harus diselang-seling biar nggak kebal, dan kebetulan teman kantor ada yang menawarkan diskon The Body Shop sebesar 30% (atau 40% ya? lupa~), akhirnya kebeli deh The Body Shop Drops of Youth Concentrate ini.


Yap for the price wise, this definitely not an affordable products. Masih banyak yang lebih murah dan masih banyak juga yang lebih mahal. Jadi sedang, lah. Kalau baca-baca review tentang The Body Shop Drops of Youth Concentrate ini bisa dibilang 80% bagus dan 20% nggak bagus. Pokoknya ciamik-ciamik banget deh review-nya. Dan aku simpulkan ini bakal sesuai dengan harganya. Makanya aku mengesampingkan ketakutan menjadi bagian dari 20% orang yang nggak cocok dan tetep beli pre serum ini.

DESCRIPTION
The Body Shop
Drops of Youth
Concentrate
Ukuran 30 ml / 1.0 fl oz
Harga 489.000 rupiah



Aku pakai pre serum ini udah sekitar 2 bulan kali ya dan sudah habis setengah botol. Tapi aku pakainya itu nggak rutin. Kenapa nggak rutin, karena aku merasa aneh dengan pre serum ini. Jadi aku pakai pre serum ini dan jerawat muncul di sekitaran rahang. Aku agak bingung sih apakah jerawatnya muncul karena serum ini karena memang nggak cocok, atau cuma purging, atau karena aku sedang stress? Karena biasanya aku agak jarang jerawatan karena nggak cocok dengan suatu produk di bagian rahang, biasanya kalau jerawatan di daerah situ lebih sering disebabkan stress.

Akhirnya aku coba berhenti pakai, sekitar 2-3 hari, jerawat pun masih ada cuma nggak terlalu sakit. Setelah aku coba pakai, jerawat muncul lagi. Tapi aku tetap pakai rutin di pagi hari, dan lama-kelamaan jerawatnya nggak terlalu sakit kayak kemarin. Aneh kan. Jadi aku ragu, sebenernya bikin jerawatan apa enggak. Dan terlepas dari pengalaman jerawat, sampai habis setengah botol, aku belum bisa melihat dampak yang signifikan buat kulitku. Nggak kelihatan cerah ataupun halus juga. Dan sebagai pelembap dia cukup oke. Kulitku nggak kelihatan bersisik kering, tapi nggak glowy juga.



Nah, tadi kan cuma progres secara general, sekarang aku mau bahas dari sisi produknya:
The Body Shop Drops of Youth Concentrate  ini punya kemasan kaca dan berpipet. Aku suka banget sama kemasan pipet gini karena berasa fancy aja haha dan lebih higienis juga menurutku. Wanginya cukup strong (mungkin karena aku terbiasa pakai clinique dan hada labo yang nggak ada baunya, ya?). Dan teksturnya itu cairan yang agak kental. Karena teksturnya agak licin, jadi aku lebih suka pakainya ditepuk-tepuk daripada dioles. Dan setelah diratakan, hasil akhirnya di wajah itu akan telihat matte. Sama sekali nggak keliatan kita habis pakai pre serum ini. Jadi yang suka skincare glowy seperti aku, ini kurang cocok, sih. Tapi dari segi kelembapan, aku ngerasanya cukup lembap dan nggak kelihatan sisik-sisik akibat kulit kering kena AC.

Anehnya, di aku walaupun hasil akhirnya matte banget, pre serum ini seperti nggak menyerap. Jadi malam aku pakai sebelum tidur, pas paginya aku cuci muka, pre serum ini seperti luntur dan wajahku jadi licin-licin gitu. Tau kan kalau habis pakai lotion terus kena air? Nah seperti itu. Walaupun sudah ditutup dengan makeup, ketika dibasuh si The Body Shop Drops of Youth Concentrate ini tetap licin-licin. Jadi aku agak khawatir aja kalau pagi aku pakai sebagai base makeup, nanti makeup ku bakal ikutan luntur semua pas kena air.

Tapi beneran ini baru aku aja yang ngerasain kayaknya. Selama aku baca review produk ini tuh bagus-bagus semua. Sampai ada yang bilang holy grail pre serum. Yap mungkin akunya aja yang nggak cocok. Dan punyaku nggak kedaluwarsa, lho, ya. Expired-nya masih tahun 2018 :'). Cuma satu lagi yang aku kurang suka, pada botol kemasannya nggak ada segelnya, cuma di kardus aja yang bersegel. Jadi kurang nyaman untuk produk lain yang nggak berkardus seperti parfum atau tea tree oil (pengalaman temanku). Kita nggak pernah tau ada tangan-tangan jahil, kan.


Saturday, April 2, 2016

Wardah Aqua Lash Mascara Review


DESCRIPTION
Wardah
Aqua Lash Mascara
Warna hitam
Ukuran -

Kalau kalian baca review Benefit They're Real Mascara aku sebelum post ini, aku sempet bilang kalau abis coba maskara lokal yang oke buat bikin bulu mata kelihatan panjang karena mengandung bayak fiber, nah ini dia produk yang aku maksud. Eh tapi bukan berarti aku suka banget juga. Masih banyak pro dan kontra yang harus diulas.. haha.

Jadi awalnya maskara ini aku punya udah lumayan lama tapi nggak pernah aku pakai. Buka segelnya pun belum. Karena galau banget baca-baca reviewnya dia itu nggak waterproof dan water based. Dan aku kan harus ambil wudhu dan mataku berminyak jadi takut maskara ini bleber di tengah hari. Akhirnya setelah lama cuma diliatin aja akhirnya kemarin aku buka dan pakai! Haha.. Alasannya karena udah mau kadaluarsa sebulan lagi jadi sayang kalau dibuang masih dalam keadaan bersegel.


Sebenernya kalau liat dari deskripsinya sih maskara ini performanya lebih untuk menebalkan bulu mata. Tapi kalau kamu lihat foto kuasnya di bawah, teksturnya itu kering banget dan banyak mengandung fiber yang bikin bulu mataku justru keliatan lebih panjang dan lentik. Dan bentuk kuasnya rada aneh sih menurutku, karena cekung ke dalam di bagian tengah. Jadi yang kepakai cuma bagian ujungnya aja karena bagian tengahnya susah dipakai.


Tapi untuk deskripsi kalau maskara ini menghasilkan bulu mata yang natural aku setuju banget, sih. Nggak tau karena teksturnya kering banget atau karena warna hitamnya kurang pekat, aku harus oles berkali kali dan lapisin berkali-kali juga.... TANPA GUMPAL sama sekali. Yap aku huruf besarkan karena memang mau dioles berapa kali, tunggu kering dan ditimpa berapa kalipun nggak akan ngengumpal. Cuma semakin lentik aja.

Foto di bawah ini hasil dari aku pakai berulang kali, tunggu kering lalu aku lapisin lagi berulang kali (total 2 layer) hasilnya natural banget kan? :) Cuma memang tambah panjang dan lentik banget. Agak peer sih kalau harus pakai maskara ini kalau lagi buru-buru. Oh iya, foto ini juga diambil setelah aku ambil wudhu, jadi dia nggak bleber kalau kena air asalkan nggak dikucek saat basah, ya. Paling kalau kalian perhatiin ada sedikit fiber warna hitam yang 'menclok' di kelopak aku dekat alis. But no heavy smudge, tho.


Nah foto di bawah ini aku pakai setelah 3 layer. Lumayan ya warnanya jadi pekat dan efek memanjangkannya dapet banget. Cuma ya itu peer banget pakainya harus 3 lapis dan dioles berulang-ulang. Item-item di kelopak atas itu masih sama yaitu sedikit fiber yang 'menclok' di kelopak atas setelah kena air wudhu.


Maskara ini juga lumayan gampang dibersihin karena nggak waterproof. Waktu itu aku nggak gampang karena pakai 3 lapis kali, ya.. kalau cuma pakai 1 lapis pasti gampang banget dibersihin. Dan dia pas dibersihin itu keliatan banget banyak serat (fiber) yang menyerbuk. Bisa dilihat juga di kapasnya.


So, hit or miss?? Definitely miss for me. Karena repot banget kalau harus oles berkali-kali hanya untuk kelihatan pakai maskara. Dan aku juga kurang ngerasa aman karena dia nggak waterproof ataupun smudgeproof.


They're Real Mascara Black Review


DESCRIPTION
Benefit
They're Real Mascara
Warna Hitam
Ukuran 8.5gr / 0.3oz

Aku sebenarnya jarang banget pakai maskara (atau semua makeup mata sih sebenarnya) karena selain malas bersihinnya, rata-rata produk maskara itu bleber dan bikin mata perih karena mataku termasuk sensitif banget. Daripada tengah hari migrain kambuh, jadi aku lebih pilih nggak pakai sama sekali. Nah, alhamdulillah kemarin bisa cobain maskara dari Benefit yang They're Real Mascara yang warna black. Ini pertama kalinya aku coba produk maskara dari brand Benefit dan udah punya ini lumayan lama, jadi insya Allah review-nya nggak asal tembak :).

Janjinya sih banyak ya dari produk ini. Dari namanya aja udah menggambarkan kalau maskara ini bisa bikin bulu mata asli kita kelihatan wah seperti pakai bulu mata palsu. But yeah, they're real!



Teksturnya sendiri nggak cair banget, tapi nggak kering juga. Agak krimi dan banyak kemungkinan bisa menggumpal di bulu mata kita kalau pakainya nggak hati-hati. Jadinya "spider lashes" gitu.. padahal cuma pakai 1 layer. Aku belum pernah coba sih kalau dilayer gitu jadinya gimana. Soalnya satu layer aja udah ngeri banget~

Di bawah ini foto kuasnya. Dia itu bentuknya unik, dan ini juga yang jadi keunggulan si Benefit They're Real Mascara. Dia itu bentuk kuasnya bulat di bagian atas dan pada bagian samping sisirnya pendek jadi bisa menjangkau semua bulu mata (ko kayak iklan). Nah pakainya itu ada triknya, pertama pakai sisi ujung bulat dulu (arah vertikal), kemudian baru lanjutin dengan kuas samping (arah horizontal), jadi formulanya bisa kerja maksimal. Trik ini memang oke sih untuk membaurkan produknya dengan rata di bulu mata, tapi besar juga kemungkinan bakal keliatan ngegumpal dan jadi "spider lashes" seperti yang udah aku omongin sebelumnya.


Foto dibawah adalah hal yang akan terjadi di bulu mata aku ketika pakai satu layer dengan cara pakai yang disarankan oleh Benefit. Liat kan gumpal-gumpal? Itu juga udah penuh effort aku sisir ulang biar nggak terlalu ngegumpel. Mungkin bagi yang suka dengan efek dramatis malah oke aja, tapi ini bukan selera aku aja sih hehe.

Tapi memang bisa dibilang dia oke banget kalau soal melentikkan dan memberikan definisi pada bulu mata. Jadinya lebih 'stand out' karena hitamnya pekat banget. Dan foto di bawah ini aku nggak pakai penjepit bulu mata sebelumnya jadi efek lentiknya dapet dari maskara ini. Cuma untuk memanjangkan aku bilang kurang ya karena aku baru coba maskara dari brand lain (brand lokal, lho!) yang teksturnya kering dan full of fiber, si They're Real Mascara ini masih kurang performanya.


Di kemasan nggak ditulis apakah maskara ini waterproof, smudgeproof, atau water resistant. Jadi aku simpulkan dia nggak waterproof. Tapi aku pakai wudhu dia nggak beleber kok asalkan nggak dikucek ketika masih basah. Dan di aku maskara ini juga lumayan gampang dibersihin pakai eye makeup remover. Dan satu lagiii... dia tahan 6 bulan setelah produk dibuka! Yay! Haha maklum ya biasanya maskara cuma tahan 3 bulan setelah kemasan pertama kali di buka (yang sering disebut PAO atau Period After Opened) dan They're Real Mascara ini bisa dibilang harganya nggak termasuk murah juga jadi lebih seneng aja kalau nggak mesti cepet-cepet dibuang. Iya kan???

Kesimpulannya, walaupun nggak suka dengan efek-efek gumpalnya, tapi maskara ini udah oke buat aku karena bisa membuat bulu mata terlihat lentik dan lebih 'stand out', nggak beleber, nggak bikin mataku perih dan mudah dibersihkan. :)