Friday, December 30, 2016

Chit Chat: What I Watch on . . . Holiday

Libur tahun baru segera tiba! Ada beberapa yang sudah mulai libur sejak hari ini, ada juga yang baru libur hari Sabtu nanti. Nah, kalau kamu nggak ada rencana ke mana-mana long weekend nanti, aku ada beberapa rekomendasi video di Youtube maupun drama Korea yang bisa jadi inspirasi:

Joanday Youtube Channel

Seperti yang sudah pernah aku tulis di sini, aku suka banget nonton video-video Joan Kim karena informatif banget. Nah, belum lama ini Joan buat Youtube Channel baru yang isinya vlog dia sehari-hari! Isi vlog-nya menurutku juga informatif banget karena kita serasa dibawa jalan-jalan keliling Korea terutama cafe dan store.



Jun Chef Youtube Channel

Aku tau Youtube Channel Jun Chef ini dari Han Yoo Ra karena mereka suka kolaborasi bareng. Isinya kurleb wisata kuliner gitu. Si Jun Chef kan aslinya orang Korea, terus suka nyobain makanan-makanan yang terkenal di Jakarta gitu terus dia komentarin dsb. Gatau ya, aku suka aja kalo ngeliat video orang luar negeri nyobain masakan Indonesia, atau nggak video respon orang luar negeri tentang selebriti Indonesia. Seru aja gitu ngeliat pandangan orang lain tentang sesuatu yang udah sering banget kita lihat. Terus videonya Jun Chef ini juga menurutku informatif karena jadi tahu tempat makanan enak dan lagi hits. Selain itu Jun Chef juga sering kasih-kasih resep juga.



Weighlifting Fairy Kim Bok Ju - Korean Drama

Drama ini ringan banget untuk jadi selingan karena nontonnya nggak perlu mikir haha. Ceritanya sendiri terinpirasi dari kisah hidup atlet angkat beban Jang Mi Ran. Aku awalnya tahu drama  ini karena Lee Jong Suk jadi cameo di episode 2 haha. Terus dia pernah promosiin drama ini di Instagram-nya karena Lee Sung Kyung jadi pemain utama di drama ini. Tapi abis itu aku terusin nonton karena ceritanya sepertinya menarik. Ternyata bener drama ini ringan banget dan lucu. Cukup rekomen sih untuk dilihat.

-EDIT-
Setelah nonton sampai tamat, ternyata drama ini bagus bangeet! Bikin mood bagus setelah nonton drama ini karena ceritanya bener-bener ringan, dan suasananya ceria gitu. Serius waktu drama ini masih tayang kan aku nontonnya selalu pagi sebelum berangkat kerja, nah setiap hari Kamis dan Jumat, mood aku tuh selalu bagus karena paginya abis nonton drama ini haha! Nggak ada plot atau masalah yang lebay gimana-gimana terus karakter-karakter di dalamnya selalu baik & optimis gitu jadi bikin hati adem~ Ceritanya juga sehari-hari banget. Ada cerita tentang sahabat, keluarga sama romantis dan semuanya dikemas dalam komedi. Aku sedih banget waktu drama ini tamat~~~~~ T.T. Tapi seneng juga sih karena akhirannya tetep happy ending. :D
Kalau lagi pusing aku rekomen nonton drama ini deh seru tapi lucu. Rekomen!!




Udah 3 aja rekomendasinya hehe. Nanti kalo kebanyakan malah nggak kesempetan buat diliat. Semoga rekomendasinya bermanfaat!

***

Meet me in social media :)




Monday, December 26, 2016

Juice Testing with Re.juve

Happy long holiday!! Siapa yang tahun depan berencana memperbanyak konsumsi sayuran dan buah? Aku belum ada rencana sih karena sehari-hari aku memang lumayan sering makan sayur di rumah. Tapi hari Jumat kemarin aku sempet diajak temanku Iffa ikut Juice Testing di kantornya Re.juve jadi sekalian aja aku bagi review-nya di sini.


Re.juve itu adalah salah satu produsen cold-pressed juice yang sekarang lagi jadi tren. Cold-pressed juice sendiri adalah juicing method yang nggak menimbulkan hawa panas dalam proses produksinya. Semua benar-benar dijaga agar suhu dalam produksi tetap dingin agar nggak ada proses oksidasi karena panas yang dapat mengurangi nutrisi yang terkandung di dalam jus. Jadi nutrisi jus hasil cold-pressed method lebih banyak dibanding jus dengan proses biasa. Menarik, ya?


Tapi, walaupun udah hi-tech dan padat nutrisi, masih banyak banget yang nggak suka minum cold-pressed juice karena rasanya yang terkenal nggak enak. Nah, kemarin aku dijelasin kalau cold-pressed juice dari Re.juve ini cocok untuk pemula karena perpaduan komposisinya diatur sedemikian rupa sehingga rasanya tetap enak dan nyaman di lidah. Biasanya rasanya manis atau segar asam, nggak pahit atau hambar.

Kemarin aku cobain semua varian beverage dari Re.juve mulai dari jusnya, sampai smoothies yang enak banget!! Untuk pemula direkomendasiin coba Classic Line dulu karena rasanya ringan dan manis tapi tetap padat nutrisi. Kalau udah mulai biasa, bisa coba Signature Line yang nggak terlalu manis.

Iffa & Dyar

Dari 6 varian, yang paling aku suka itu line Elixirs dan Smoothies. Haha ketahuan deh sukanya yang ringan-ringan. Varian Elixirs yang aku coba itu rasa Copacabana yaitu perpaduan pineapple, sea salt & coconut water. Menurutku rasanya dominan nanas dan sedikit sea salt. Seger banget. Mirip-mirip You C1000 tapi lebih seger.

Re.juve Elixirs favorit

Sedangkan smoothies-nya rasanya dilidahku dominan banana dan selai kacang. Walaupun di deskripsi ada oatmeal, tapi nggak berasa sama sekali. Padahal aku udah komitment nggak mau makan oatmeal seumur hidup lho saking nggak sukanya. Tapi di Re.juve Smoothies, oatmeal-nya nggak berasa sama sekali. Enak! Oia kalau kamu pemakai kawat gigi dan nggak bisa makan makanan padat, aku rekomen untuk coba Re.juve Smoothies ini sebagai pengganti makanan padat karena dia mengenyangkan dan direkomendasikan untuk dimakan ketika sahur dan buka puasa juga, lho.


Setelah cobain semua variannya, aku dikasih oleh-oleh juga. Aku pilih varian dari Organic Line rasa Dazzling Kale dan Red Radiance. Organic Line ini semua komposisinya pakai sayur dan buah organik. Rasanya juga lebih padat.

Review singkat:
- Dazzling Kale (Organic Kale, Organic Cucumber, Apple, Pineapple)
Untuk Dazzling Kale ini rasanya dilidahku dominan rasa cucumber. Mungkin karena aku belum pernah/jarang cobain sayuran kale, jadi aku nggak familiar sama rasanya, jadi pertama kali deteksi rasa yang keluar langsung cucumber. Rasanya nggak terlalu asam, tapi menurutku seger seperti kalau minum soda gitu ada beda rasanya di lidah. Ini rasanya agak aneh sih hehe mungkin karena aku nggak terlalu doyan mentimun.

- Red Radiance (Organic Beet, Organic Carrot, Organic Celery Stick, Apple, Pineapple, Lemon)
Untuk Red Radiance ini rasanya asam campur sedikit hambar. Di lidahku rasanya dominan beet dan carrot serta asam dari lemon. Entah kenapa aku selalu mendeskripsikan rasa beet dan carrot seperti bau tanah yang basah kena air hujan. Haha aneh memang. Tapi begitu menurutku. Tapi rasanya masih bisa dinikmati sih, buktinya keponakanku suka rasanya karena seger-seger gitu.

Info tambahan, cold-pressed juice dari Re.juve ini kandungannya 100% buah dan sayuran dan nggak mengandung gula. Kalau minum 1 botol kecil Re.juve Classic Line = minum +/-600 gram sayuran dan buah, sedangkan kalau minum 1 botol besar = minum +/-1 kg buah dan sayuran. 




***

Meet me in social media :)




Sunday, December 25, 2016

Im-ju Dejavu Keep Style Mascara Review

Happy Sunday! Hari ini aku mau review salah satu maskara yang lumayan terkenal di Jepang dan baru aja masuk ke Indonesia, nih. Maskara ini dulu cukup terkenal juga sih di beauty forum Indonesia seperti Female Daily barengan sama maskara Jepang lain seperti Majolica Majorca dan Dolly Wink. Dari website resminya juga aku dapat info kalau brand Dejavu sendiri pertama kali ngeluarin maskara di tahun 2001. Ngomong-ngomong alhamdulillah aku dapat maskara ini dari kuis Instagram Dejavu hehe. Dari kemarin aku review barang gratisan terus ya. Tapi Insya Allah review-nya selalu apa adanya kok. Kalau kalian mau coba bisa ikut kuisnya juga di sini.


Maskara Dejavu ini ada 4 jenis: Fiberwig, Lash Knockout & Keep Style & Tiny Snipper. Yang akan aku review kali ini adalah Keep Style yang diformulasikan untuk membuat bulu mata terlihat lebih lentik yang tahan lama.




  DESCRIPTION  
Dejavu
Keep Style Mascara
Color: Jet Black
Price: 1,500 yen


The Déjàvu Keep Style Mascara is an improvement on Paint-On False Lashes, 
a mascara which stays smudge-proof all day long, comes off easily with warm water. 
Unlike other water-based film mascaras, Dejavu's unique polymer formulation gives a long-lasting upward-curl hold.


Sebenernya aku nggak punya banyak informasi nih tentang produk Dejavu Keep Style Mascara ini karena aku sendiri dapet tanpa bungkus, cuma maskaranya aja. Cari-cari website resmi juga adanya dalam bahasa Jepang semua. Jadi informasi informasi di atas aku ambil dari review blogger singapura aja.



Aku kali ini nggak akan bahas banyak soal kemasan, karena kemasannya nggak yang aneh-aneh. Ukurannya juga masih enak buat masuk ke makeup pouch aku yang kecil. Sedangkan untuk brush-nya sendiri, dia bentuknya bengkok gitu (lihat foto di bawah agar lebih jelas). Maskara ini sengaja pilih bentuk brush yang bengkok (curved) gitu karena (katanya) bisa membuat bulu mata lebih lentik.


Jadi, bagaimana hasilnya di bulu mataku? See the before after pic below:


Di bulu mataku dia ada efek memanjangkan. Nggak super dramatis, tapi cukup oke untuk tampilan natural sehari-hari. Kesannya seperti pakai bulu mata extension.

no spider lashes :D

Untuk teksturnya sendiri menurutku Dejavu Keep Style ini agak sedikit basah dan punya banyak fiber (sampai keluar-keluar botol fiber-nya). Lihat foto di bawah deh.

kelihatan nggak sih, di mulut botol ada fiber-nya?

Tapi walaupun formulanya basah, dia nggak bikin bulu mata turun dan berat. Karena Dejavu Keep Style Mascara ini punya formula polymer yang unik, justru malah bikin bulu mata lentik dan panjang. Karena 'basah', maskara ini juga nggak ngegumpal lho di bulu mataku. Gampang dipakai. Aku sendiri memang lebih suka tipe maskara yang nggak terlalu basah dan kering. Michelle Phan sendiri juga rekomendasiin maskara yang nggak terlalu basah untuk jenis mata asia seperti kita di video ini.

Satu hal lagi yang aku suka dari maskara Dejavu Keep Style ini adalah dia bisa dihapus dengan air hangat, jadi mudah untuk dibersihkan. Aku sendiri biasa bersihin cuma dengan B-Lab I Am Sorry I Am Just A Cleansing Water. Kerennya lagi, karena formulanya dibuat dengan film-coating technology, jadi ketika dibersihkan dia nggak akan smudge dan membuat mata panda, melainkan bisa dikupas seperti karet. Cek video di bawah:


Karena dia nggak waterproof, awet nggak ya di mataku yang berminyak ini dan di Jakarta yang udaranya super panas? Surprisingly, maskara ini awet di mataku dan nggak smudge! Aku udah coba pakai pas kerja beberapa waktu yang lalu. Aku naik ojek jam 9.30 pagi ketika berangkat kerja dan jam 7 malam pas pulang kerja. Selain itu aku juga sempat ambil wudhu 3x seharian itu. Hebatnya dia nggak smudge. Aku sempat sih merasa dia smudge karena bawah mataku agak gelap. Tapi ternyata gelap di bawah mataku bukan karena maskara smudge, melainkan karena aku nggak pakai concealer di bawah mata. Pas aku coba bersihkan bagian bawah mata, dengan makeup remover nggak ada tanda-tanda hitam-hitam maskara yang smudge!

no smudge setelah naik ojek jam 9 pagi dan jam 7 malam, wudhu 3x!

Another thing, yang paling penting lagi maskara ini lumayan cocok untuk mataku yang sensitif. Kalau pakainya hati-hati sehingga nggak ada fiber yang masuk ke dalam mata, maskara ini nggak membuat mataku perih dan iritasi.

Jadi, secara keseluruhan aku suka banget sama maskara ini untuk sehari-hari. Membuat bulu mata terlihat lentik dan panjang tapi secara natural dan nggak ngegumpal dan membuat spider lashes. Cuma sepertinya harganya lumayan mahal jika udah dikonversi ke rupiah, hehe


***

Meet me in social media :)




Saturday, December 17, 2016

Phemfilcon A Contant Lenses: FreshLook Colorblends in Gemstone Green (Review)


Udah mirip Kate Middleton belum warna matanya? Haha. Thanks God aku kemarin dikasih kesempatan cobain kontak lensa dari FreshLook warna Gemstone Green. Ini pertama kalinya aku cobain lensa yang punya masa pakai 1 bulan. Biasanya mah yang 3-6 bulan aja karena harganya juga lebih terjangkau.

  DESCRIPTION  
FreshLook
Colorblends
Color: Gemstone Green
Diameter: 14.5mm
Price: IDR200.000

Apa sih yang spesial dari lensa kontak FreshLook ini? Biasanya kan lensa kontak 1 hari atau 1 bulan gitu rata-rata warna bening atau coklat yah, nah FreshLook ini justru menyediakan lensa kontak yang berkualitas dan punya banyak pilihan warna yang bisa mempercantik warna asli mata kita. Hasil warnanya juga natural karena ada teknologi 3 in 1 yang menggabungkan 3 warna dalam 1 lensa sehingga ketika dipakai lebih menyatu dengan warna asli mata.

FreshLook ini punya jenis-jenis model lensa kontak yang cukup banyak, dan yang aku coba ini masuk jenis Colorblends yang punya 12 warna dari yang natural hingga dramatis. Aku punya warna Gemstone Green.

"FreshLook® COLORBLENDS® contact lenses for naturally beautiful dark or light eyes
 offers you a wide range of desired looks–from subtle eye color enhancement to a bold, noticeable change."




Dari segi warna, kalau dilihat-lihat foto diatas, kelihatannya agak lumayan terang dan dramatis, tapi menurutku dramatis-nya masih subtle. Kalau kamu pengen kelihatan pakai lensa kontak ala bule tapi nggak mau kelihatan kayak Edward Cullen banget, warna Gemstone Green ini bisa jadi pilihan sih menurutku.

foto di luar ruangan dengan cahaya matahari


foto di dalam ruangan dengan cahaya lampu kamar


Untuk teksturnya sendiri, dia bukan dari poly-Hema seperti lensa kebanyakan, tetapi phemfilcon A hydrogel. Mungkin itu salah satu yang membuat lensa kontak FreshLook termasuk jenis yang lembut banget. Bagi aku sendiri lensa kontak tipe ini susah banget dipake karena kelipet terus lensanya (lihat foto di bawah). Mesti hati-hati juga karena lembut jadi rawan sobek. Aku sendiri pakai alat khusus kontak lensa yang bahan silikon untuk menghindari lensa kena kuku.




Karena bahannya lembut banget, lensa kontak FreshLook Colorblends nyaman banget untuk digunakan. Nggak terasa sama sekali kalau kita lagi pakai lensa kontak. Tetapi, entah kenapa lensa kontak ini membuat pandangan agak buram. Seperti berkabut gitu di sisi bawah mata jadi kita harus kedip terus untuk menghilangkan kabut itu. Karena berkabut itu mata juga jadi agak lelah. Ibaratnya lensa kamera, lama-lama pasti makan banyak baterai kalau harus terus-menerus mencari titik fokus.

Kalau menurut temanku, lensa kontak ini sedikit berkabut karena diameter pigmen warnanya terlalu besar, jadi agak menutupi titik hitam di bola mata. Selain itu, setelah aku perhatiin, efek kabut ini bisa juga disebabkan karena posisi lensanya nggak terlalu pas sama mataku. Coba lihat foto di bawah deh, lensa ini kelihatan nggak pas menutupi mataku. Dia agak terlalu menggeser ke samping kan?


Sayang banget lensanya bikin mataku berkabut, padahal lensa kontak ini nyaman banget dan nggak membuat mata cepat terasa kering, lho. Kalau aku mau rekomendasiin lensa kontak aku pasti rekomendasiin lensa kontak ini kalau di mata kamu nggak berkabut. Cocok banget untuk dipakai sehari-hari.


Aku dapat sepaket juga sama cairan dan tempat lensa kontak. Cairannya belum dicoba sih dan dia memang dikhususkan untuk membersihkan lensa jenis Hydrogel. Mungkin aku harus coba cuci lensa kontak ini dengan cairan ini kali ya supaya bersih dan nggak berkabut? Will try it later.


So, overall, despite the pretty color & comfortable feeling, aku kurang suka dengan efek berkabutnya. Jadi kayaknya nggak akan repurchase sebelum menemukan cara biar mataku nggak terasa berkabut pas pakai lensa kontak ini. Dari segi harga dia juga agak mahal hehe.

Hope this review helpful. See you next week!

***

Meet me in social media :)




Monday, December 12, 2016

Is $14 Clinique Clarifying Toner Worth the Hype? (Review)

Aku pernah nulis di blog ini kalau aku lagi suka banget dengan rutinitas perawatan wajah yang super simple. Kamu bisa baca artikelnya di sini. Di artikel yang aku tulis sebelumnya, aku jelasin bahwa rutinitas perawatanku cuma dua tahap: double cleansing & moisturizing. Yap, as simple as that & to be honest I am still liking that method a lot!


Tapi, beberapa waktu kemarin aku menambahkan satu tahapan lagi di rutinitas perawatan wajahku dengan Clinique Clarifying Lotion Step 2 untuk jenis kulit kering/kombinasi. Walaupun namanya Lotion, Clinique Clarifying Lotion Step 2 masuk ke golongan exfoliating toner seperti deskripsi dari website Clinique:

"Dermatologist-developed formula helps reveal fresher skin. 
Sweeps away dulling flakes and excess oil so moisturizer can do its job better.
Helps fine dry lines disappear."

  DESCRIPTION  
Clinique
Clarifying Lotion Step-2
for Dry/Combination Skin
Size: 200 ml
Price: US$14.50

Ngomong-ngomong, Clinique Clarifying Lotion ini bukan aku beli sendiri melainkan dapat dari goodies Clinique, jadi sebenarnya aku memang nggak niat untuk menambahkan tahapan dalam runinitas perawatan wajah aku. Awalnya juga aku galau antara mau pakai atau enggak karena aku sebenernya nggak terlalu paham fungsi toner untuk apa. But since I really like some Clinique's products that I've tried before, so I am very curious with this one.



First thing first, yang namanya cobain produk pertama kali yang dilihat pasti kemasannya. Satu yang menurutku kurang adalah nggak ada segel sama sekali di botolnya. Jadi nggak ketahuan mana produk yang udah pernah dibuka-buka (atau pernah dipake) sama yang belum. Padahal di kemasan ada gambar "Period After Opening"-nya lho yaitu selama 24 bulan (lihat foto di atas). Selain itu aku nggak banyak komplain sih. Kalau baca-baca review lain paling ada beberapa yang bilang kemasannya nggak travel friendly karena tutup ulirnya rawan kebuka-buka dan bikin produknya tumpah. Selain itu bagian mulut untuk mengeluarkan produk juga nggak ada stopper-nya. Bener-bener cuma bolongan gede gitu jadi rawan nuang kebanyakan secara teksturnya sendiri encer banget seperti air.


Lanjut ke bagian lainnya, seperti yang aku tulis di atas, teksturnya itu encer banget seperti air dengan warna ungu. Seriusan warna ungu itu warna cairannya bukan warna kemasan dan di komposisinya sendiri memang ditulis bahwa mengandung pewarna. Ini mungkin bisa jadi kontra untuk yang punya kulit sensitif.

Since the consistency is very liquid and runny, aku biasanya pakai sedikit aja juga udah cukup banget. Aku biasanya belah dua kapasnya dan tempelin di mulut botol. Kocok cepat sekitar 1-2x sampai produknya nempel di kapas, and it's good to use!



As for the main part, do this toner actually make a good improvement to my skin? I must say... maybe not yet. Kulitku masih gini-gini aja haha. Tapi aku meman belum pakai sampai habis setengah botol jadi belum fair rasanya untuk memberikan opini. Pastinya toner ini bukan untuk kamu yang punya kulit sensitif karena mengandung cukup banyak alkohol (karena ada di urutan kedua komposisi). Dari baunya sendiri juga udah terasa minty banget antara karena bau menthol, witch hazel atau alkohol-nya. Aku sendiri yang kulitnya kombinasi, kadang terasa ganggu sih dan mengeringkan. But why I am still using this and make a review about this toner? See this photo:

Before - After
(kelihatan nggak sih kuning-kuning gitu kapasnya?)

Toner ini bantu banget untuk angkat-angkat kotoran yang masih nempel di wajahku walaupun udah bersihkan wajah dengan cleansing water, facial brush dan facial foam. Aku juga kaget sih ternyata bener yang dibilang orang-orang soal toner bisa bantu membersihkan sisa-sisa kotoran yang belum terangkat oleh cleanser. Aku pikir facial brush udah bantu banget hapus makeup tapi ternyata belum. Pas aku membersihkan wajah di pagi hari setelah bangun tidur pun cleansing foam juga nggak terlalu membersihkan minyak-minyak di wajahku. Kadang aku masih suka lihat kotoran samar-samar di kapas.

So final thoughts, would I repurchase? Untuk kesimpulan secara general, sekarang sepertinya nggak, karena aku kadang merasa over exfoliating kulitku kalau pakai toner. Selain itu masih nggak tega aja nambah-nambahin sampah kapas bekas toner di tempat sampah hehe. Walaupun, aku cukup surprise sih dengan kotoran-kotoran yang nempel di kapas. Untuk kesimpulan spesifik Clinique Clarifying Toner Step 2 ini, aku so-so aja. Dia harganya agak mahal sih dan performanya sejauh ini nggak terlalu impressive. Again, this opinion might be change after finishing one bottle.


So do you use toner? Seberapa penting sih toner dalam rutinitas perawatan wajah? Yuk kita obrolin di kolom komentar. :)

***

Meet me in social media :)



Saturday, December 10, 2016

My First Purple Lip Color, Sleek Matte Me in Fandago Purple


Selamat libur akhir pekan!! Hari ini aku akan review salah satu pewarna bibir yang jadi favoritku banget, nih. But beware because this type of color sometimes can look too intimidating. And if you are okay with that, let's move on and read more!! :)

DESCRIPTION
Sleek
Matte Me
Size: 6 ml
Price: 125.000 rupiah @ Orami.co.id

Sejujurnya, awalnya aku beli Sleek Matte Me warna Fandago Purple ini adalah karena merasa warnanya mirip dengan Pony Effect Stay Fit Matte Lip warna #sogood yang aku pengen. Tapi setelah dilihat-lihat warna ternyata nggak mirip-mirip banget, hehe. Fandago purple ini lebih bold dibanding #sogood. Walapun nggak sama aku tetap suka dengan Fandago Purple karena warnanya syantiiiiik banget. Lihat foto swatch di bawah ini:

swatch under room lighting

susah banget meng-capture warna yang sesuai dengan aslinya
dan foto ini salah satu yang paling mendekati warna in real life

kiri: dalam mobil dengan cahaya matahari
kanan: dalam ruangan dengan lampu agak kuning

This color is so pretty, right? Tenang, pas awal pertama kali banget coba warna ini aku juga nggak pede, kok. Rasanya aneh banget dan kayak semua orang ngeliatin gitu. Bahkan setelah beberapa kali pakai ada juga yang komentar "What's wrong with your lips? It's turn purple!" Haha. Tapi itu beberapa aja kok, malah lebih banyak yang suka dan kasih komplimen positif soal warna lipstik ini. Menurutku, warna ungu Fandago Purple tuh masih wearable lho, karena bukan ungu neon. Dia juga agak sedikit nge-pink (tapi beda dengan magenta atau fuschia). See the comparison swatch below:



Beda kan? Maaf aku nggak bisa deskripsiin terlalu jelas karena nggak paham betul soal palet-palet warna (ini aja nyontek google terus). But the color is seriously gorgeous! Only one downside, aku kadang merasa harus dress up kalau mau pakai warna Fandago Purple ini, karena kalau cuma pakai kaos, jaket dan jeans, warna ini agak terlalu wah. Tapi ini opini pribadi sih hehe.

Nah, warna udah kece, kualitas lip cream nya sendiri gimana? Kalau di aku, Sleek Matte Me yang aku punya kualitasnya good aja. Nggak best, nggak poor juga. Kenapa? 
# Dia nggak masuk best karena aku pernah coba lip cream lain yang daya tahannya lebih oke dibanding Sleek Matte Me. Kalau Sleek Matte Me, dia gampang pudar di bagian dalam bibir (walaupun nggak makan dan minum). Pudarnya di bagian dalam bibir dan cuma keliatan pas aku ngomong sih, tapi aku tetap ngerasa sedikit risih.
# Dia nggak masuk poor juga karena teksturnya oke: nggak lengket, powdery matte, nggak transfer sama sekali kalau udah kering dan nggak 'retak' di bibirku. Menurutku dia juga terasa cukup ringan.
# Daya tahan setelah dibawa makan, pudar blasss.... Sisa di garis bibir doang dan itu nggak oke sama sekali. Jadi siap-siap touch up ya habis makan. Gampang kok di-touch up di bibirku dia nggak gumpel atau gimana-gimana. Pastiin pakai lip balm malam sebelumnya biar bibir kita smooth pas mau pakai lip cream ini.

Tapi sepertinya kualitas Sleek Matte Me ini beda-beda deh, karena ada teman kantorku yang punya Sleek Matte Me dengan warna lain, kualitasnya nggak sebagus Sleek Matte Me Fandago Purple punyaku. Entah karena beda warna beda kualitas, atau karena beda waktu produksi beda kualitas. Jadi, untung-untungan juga beli Sleek Matte Me ini.


Last but not least, speaking about price, I can't complain. This might not the cheapest lip cream out there, tapi kalau denger-denger soal kualitas brand lain (brand luar negeri) dengan harga lebih murah seperti L.A Girls atau Nabi yang (katanya) lengket dan nggak nyaman dipakai, aku rasa Sleek Matte Me ini udah sepadan untuk harga dan kualitasnya. Paling nggak harganya masih dibawah 150.000 rupiah, lha. Apalagi aku suka dengan kemasannya yang minimalis dan kece. Kalau mau lebih murah bisa ceki-ceki pas Black Friday bulan Oktober deh.



That's it!! Semoga review ini membantu. Aku sekarang masih mau eksplor pewarna bibir ungu lainnya, nih. Thanks to Joan, hehe. She looks so gorgeous with purple lip color!

So, had you try any great purple lip color? Give me a recommendation, please!!

***

Meet me in social media :)